Dominasi Brand China di GIIAS 2025: Saham ASII, AUTO & DRMA Bersinar, Meski Penjualan Mobil Anjlok
Pena Insight
Jakarta, 1 Agustus 2025 — Gelaran GIIAS 2025 menjadi “bensin tambahan” bagi saham otomotif Indonesia seperti ASII, AUTO, dan DRMA, meski penjualan mobil domestik pada semester I masih melemah. Fenomena dominasi merek asal China hadir sebagai katalis sentimen positif bagi emiten otomotif nasional.
Dalam masa penjualan mobil wholesales & ritel yang turun 8,6%–9,7% YoY pada semester I/2025, pameran GIIAS tetap berhasil menyedot perhatian publik dan investor dengan peluncuran model baru serta hadirnya lebih dari 60 merek global. Dominasi merek China seperti BYD, Chery, GAC hingga MG menjadi magnet utama event ini.
Seniman permodalan Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas menilai, meski fundamental sektor otomotif lesu, GIIAS 2025 memberi momentum harga saham beberapa emiten naik signifikan, seperti ASII dan DRMA. AUTO justru koreksi tapi tetap memiliki ekspektasi rebound karena valuasinya murah dan eksposure ke segmen mobil komponen makin meningkat.
Data perdagangan memperlihatkan saham ASII naik hingga 8,7% dalam sepekan terakhir, mencapai level Rp5.100 per lembar. Saham DRMA pun membukukan penguatan 2,6% menjadi Rp970 per saham. Sementara AUTO terkoreksi 1,4%, namun rekomendasi beli tetap berlaku dengan target di atas Rp2.200.
Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menyebut ASII sebagai core pick karena pangsa pasar luas dan portofolio produk yang lengkap. Target jangka menengah ASII ke Rp5.500 dan AUTO Rp2.220 dinilai realistis dalam jangka medium term. IMAS, IMJS, serta DRMA disarankan investor untuk hold atau trading buy, tergantung momentum pergerakan harga. DRMA dianggap mendapat efek positif dari demand komponen otomotif baru serta produk EV yang mulai menembus rantai suplai.
Menurut Head Research Korea Investment, Muhammad Wafi, dampak GIIAS terhadap saham otomotif bersifat jangka pendek: peluncuran model baru dan narasi pemasaran langsung memicu sentimen IPO positif. Namun, penguatan fundamental tetap akan bergantung pada pemulihan daya beli konsumen dan pergeseran tren otomotif ke segmen EV.
Pengaruh dominasi merek China tampak nyata dalam preferensi pengunjung GIIAS, terutama model EV seperti BYD Sealion 7 dan Chery Omoda. Hal ini membuktikan potensi gangguan terhadap dominasi merek-merek Jepang seperti Toyota dan Honda yang masih mengandalkan mobil konvensional hingga hybrid
Kinerja positif AUTO & DRMA pada kuartal I/2025 menjadi pijakan investor. AUTO mencatat laba bersih Rp505,6 miliar (+6,4% YoY) dan pendapatan Rp4,89 triliun (+6,45% YoY), sementara DRMA tahan banting dengan laba Rp142,7 miliar dan pendapatan naik 9,8%. Ini menjadi sinyal bahwa sektor komponen masih menjanjikan dalam pemulihan industri.
Meskipun optimism tinggi menjelang semester II, risiko makro seperti suku bunga BI yang menurun tipis atau fluktuasi biaya dana masih bisa memengaruhi daya beli masyarakat. Inflasi dan kenaikan PPN juga menjadi faktor yang bisa menahan consumer sentiment. Investor disarankan berhati-hati namun tetap antre untuk buy on dip atau hold atas saham pilihan.
Secara keseluruhan, GIIAS 2025 menjadi momentum strategis yang memberikan katalis jangka pendek dan memperkuat optimisme pasar terhadap saham otomotif ASII, AUTO, dan DRMA. Untuk keberlanjutan kinerja, sinergi antara inovasi produk, perumahan EV, serta strategi marketing agresif akan menjadi penentu utama.
Baca Juga
Komentar