Carney ke Beijing, Kanada Pangkas Tarif Mobil Listrik China demi Lepas dari Bayang-Bayang AS
Perdana Menteri Kanada Mark Carney melakukan kunjungan resmi ke Beijing pekan ini dalam upaya besar mendiversifikasi perdagangan negaranya agar tidak terus bergantung pada Amerika Serikat. Pemerintah Kanada menargetkan menggandakan nilai perdagangan non-AS dalam 10 tahun ke depan, dan peningkatan kerja sama dengan China menjadi salah satu strategi utama.
Dalam kunjungan tersebut, Carney bertemu Presiden China Xi Jinping untuk membahas perluasan akses perdagangan kedua negara. Fokus utama Kanada adalah menurunkan tarif tinggi yang selama ini dikenakan China terhadap produk pertanian Kanada, khususnya canola dan komoditas farmasi serta pangan lainnya.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Kanada setuju menurunkan tarif impor mobil listrik asal China secara signifikan. Tarif yang sebelumnya mencapai 100 persen kini dipangkas menjadi sekitar 6 hingga 6,5 persen. Namun, jumlah kendaraan listrik China yang boleh masuk ke pasar Kanada dibatasi sekitar 50.000 unit pada tahap awal, dengan peningkatan bertahap di masa mendatang, tergantung kesediaan produsen China membangun fasilitas produksi di Kanada.
Carney menegaskan langkah ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperkuat posisi Kanada dalam sistem perdagangan global yang baru. “Kanada bisa berkembang dalam sistem baru. Namun untuk itu, kita harus ambisius, bergerak cepat, dan mencari mitra baru,” ujarnya.
Upaya mendekatkan hubungan dengan Beijing ini juga menjadi sinyal perubahan arah kebijakan luar negeri ekonomi Kanada. Selama ini, lebih dari 75 persen ekspor Kanada bergantung pada pasar Amerika Serikat. Ketergantungan tinggi tersebut dinilai menjadi risiko, terutama setelah Presiden AS Donald Trump beberapa kali melontarkan ancaman tarif dagang serta pernyataan kontroversial tentang Kanada.
Trump sebelumnya kerap menyatakan bahwa Amerika tidak membutuhkan produk Kanada dan bahkan sempat menyindir kemungkinan menjadikan Kanada sebagai “negara bagian ke-51”. Retorika tersebut mendorong Ottawa mempercepat pencarian pasar alternatif demi menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Meski begitu, Trump sempat memuji langkah Carney yang berhasil mencapai kesepakatan dagang dengan China. “Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan China, Anda seharusnya melakukannya. Itu hal yang baik,” kata Trump kepada media. Namun, analis menilai hubungan dagang Kanada-AS masih berpotensi diwarnai ketegangan di masa mendatang.
Kesepakatan dengan China ini pun memunculkan respons beragam di dalam negeri Kanada. Sebagian kalangan industri otomotif khawatir membanjirnya mobil listrik murah asal China dapat menekan produsen lokal. Sementara kelompok eksportir pertanian menyambut positif karena terbukanya peluang ekspor canola dan produk farmasi ke pasar China dengan tarif lebih ringan.
Pemerintah Kanada menegaskan bahwa pembatasan kuota impor kendaraan listrik serta syarat investasi produksi lokal bertujuan menjaga keseimbangan antara keterbukaan perdagangan dan perlindungan industri domestik.
Langkah Carney ini dinilai sebagai manuver strategis di tengah dinamika geopolitik global. Di satu sisi, Kanada tetap menjaga hubungan dengan Amerika Serikat sebagai mitra utama. Di sisi lain, Ottawa mulai membuka jalur perdagangan baru untuk mengurangi risiko ketergantungan tunggal.
Pengamat ekonomi internasional menyebut kebijakan ini sebagai “pivot perdagangan Kanada” yang berpotensi mengubah peta hubungan dagang Amerika Utara dan Asia dalam dekade mendatang.
Dengan kesepakatan ini, Kanada berharap tidak hanya memperluas pasar ekspor, tetapi juga menarik investasi industri hijau dari China, khususnya sektor kendaraan listrik dan baterai. Jika target tersebut tercapai, Kanada dapat memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam rantai pasok energi bersih global.
Kunjungan Carney ke Beijing pun menandai babak baru hubungan ekonomi Kanada–China, sekaligus menjadi pesan tegas bahwa Kanada tengah membangun arah baru perdagangan globalnya — lebih beragam, lebih mandiri, dan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Amerika Serikat.
Baca Juga
Komentar