Bekasi Lumpuh Diterjang Banjir! Hujan Semalaman, Kali Meluap, Air Sebetis Masuk Rumah Warga
Bekasi – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi sejak Sabtu malam (17/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah titik. Air merendam permukiman warga sejak dini hari, memaksa sebagian masyarakat bersiaga menyelamatkan barang berharga.
Dian, warga Perumahan PUP Marakash, Bekasi, mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, air baru mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari setelah tanggul kali di dekat permukiman meluap.
“Banjir disebabkan dari kali tanggul yang meluap. Air masuk dari depan dan belakang rumah. Tingginya sudah sekitar selutut,” ujar Dian saat ditemui di lokasi.
Kondisi serupa terjadi di kawasan Bekasi Utara, khususnya wilayah Perumahan VIP, Bulak Perwira, dan sekitarnya. Salah satu warga menyebut genangan air mulai naik sejak pukul 03.00 WIB, dengan ketinggian mencapai sebetis orang dewasa.
“Saat ini hujan masih turun. Air sudah tinggi dan hampir masuk ke rumah. Banyak kendaraan motor yang lewat mati mesin karena nekat menerobos genangan,” keluhnya.
Banjir juga dilaporkan melanda wilayah Cibitung. Aceng, warga setempat, mengatakan kondisi air terus naik seiring hujan yang tak kunjung reda sejak malam.
“Warga sudah siaga satu. Semua barang dinaikkan ke tempat lebih tinggi supaya aman dari banjir,” jelasnya.
Selain itu, kawasan Taman Kebalen turut terdampak. Air dilaporkan sudah masuk ke halaman rumah sejumlah warga. Lulu, warga Bulak Perwira lainnya, menambahkan bahwa rumah-rumah yang berada di dataran rendah dan dekat bantaran kali paling terdampak.
“Rumah-rumah yang rendah sudah kemasukan air. Terutama yang di pinggiran kali, tingginya sudah sebetis,” ungkap Lulu.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wilayah lain di Bekasi juga dilaporkan mengalami banjir, di antaranya Indoporlen, Rawa Silam, Harapan Mulya Regency, Kavling PGRI Bekasi, dan Kaliabang Bahagia. Sebagian warga memilih bertahan di rumah sambil memantau kenaikan air, sementara lainnya mulai bersiap melakukan evakuasi mandiri jika kondisi memburuk.
Warga berharap pemerintah daerah segera mengirim bantuan dan melakukan penanganan darurat, terutama di wilayah dengan ketinggian air yang terus bertambah. Hujan yang masih berlangsung membuat potensi banjir susulan tetap tinggi.
Baca Juga
Komentar