Bekasi Hari Ini: BOC Tournament 2026 Resmi Digelar, Target 5 Emas dan Sport City
Kota Bekasi — Bekasi Open Archery Tournament (BOC) 2026 resmi digelar dan menjadi tonggak penting dalam sejarah olahraga panahan di Kota Bekasi. Ajang berskala nasional ini merupakan yang pertama sejak Persatuan Panahan Indonesia hadir di kota tersebut.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyebut turnamen ini sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam membina olahraga, khususnya panahan. Ia mengapresiasi kerja keras panitia yang mampu menyelenggarakan event nasional meski dengan keterbatasan fasilitas.
“Ini pertama kalinya kita menggelar kejuaraan tingkat nasional. Tentu ini luar biasa dan patut diapresiasi,” ujar Tri dalam sambutannya, Senin (27/4/2026).
Tak hanya seremoni, Pemerintah Kota Bekasi langsung memasang target ambisius. Tri Adhianto menegaskan bahwa atlet Bekasi harus mampu meraih lima medali emas dalam ajang ini.
“Target kita lima emas. Itu harus jadi motivasi bersama,” tegasnya.
Target tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan sekaligus dorongan untuk meningkatkan prestasi atlet lokal.

Untuk mendukung pembinaan jangka panjang, Pemkot Bekasi menginstruksikan Dinas Perkimtan dan Dispora melakukan penataan serta rehabilitasi venue secara menyeluruh.
Kawasan Margahayu diproyeksikan menjadi pusat latihan panahan yang representatif, sehingga atlet tidak perlu lagi berlatih ke luar daerah.
Lebih jauh, turnamen ini menjadi bagian dari visi besar menjadikan Bekasi sebagai Sport City. Pemerintah daerah juga tengah menyiapkan pengembangan fasilitas olahraga tambahan, termasuk rencana pembangunan kolam renang berstandar internasional di atas lahan hibah seluas 6.000 meter persegi.

Langkah ini diharapkan mampu menarik event olahraga berskala nasional hingga internasional di masa mendatang.
Ketua DPRD Kota Bekasi menilai ajang ini sebagai momentum strategis untuk mengukur kesiapan atlet menghadapi kompetisi yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Selain itu, event ini juga dinilai berdampak positif bagi ekonomi daerah, mulai dari sektor UMKM, perhotelan, hingga pariwisata.
Sementara itu, Ketua Perpani Jawa Barat, Yonan, menegaskan bahwa turnamen ini juga menjadi bagian dari proses seleksi dan pemeringkatan atlet menuju PON.
“Ajang ini bukan sekadar kompetisi, tapi bagian dari pembinaan atlet Jawa Barat agar siap bersaing,” ujarnya.
Untuk memastikan kelancaran dan keselamatan peserta, sebanyak 14 rumah sakit disiagakan selama turnamen berlangsung. Hal ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan event olahraga berkualitas.
Dengan antusiasme tinggi dari peserta dan dukungan penuh pemerintah, Bekasi Open Archery Tournament 2026 diharapkan menjadi titik awal lahirnya atlet panahan berprestasi yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Baca Juga
Komentar