Wali Kota Tri Adhianto Gaungkan Gerakan Tumbler dan Hemat Energi di Puncak Hari Habitat Dunia 2025
Kota Bekasi — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menggelar acara puncak Peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia (HHD–HKD) 2025 yang dipusatkan di Kota Bekasi, tepatnya di SMA Pangudi Luhur 13 Bekasi Timur, pada Senin (27/10).
Tahun ini, HHD–HKD mengusung tema global Urban Crisis Response dengan subtema nasional Aksi Pilah Sampah Menuju Indonesia Bersih, Indonesia Sehat: Kota Cerdas yang Manusiawi. Tema tersebut menjadi ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk aktif menghadapi krisis perkotaan seperti kemacetan, banjir, dan penumpukan sampah yang semakin menekan kualitas hidup masyarakat.
Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri PUPR, Doddy Hanggodo, bersama jajaran direktur jenderal di lingkungan kementerian. Hadir pula Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, yang menyambut kehadiran tamu nasional tersebut sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan kota yang bersih, layak huni, dan ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Menteri PUPR menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi persoalan perkotaan, khususnya penanganan sampah. Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih menghadapi timbunan sampah lebih dari 68 juta ton per tahun sejak 2021, dan perlu langkah nyata untuk mengatasinya.
“Di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, dan Bali, masalah sampah bisa mencapai lebih dari seribu ton per hari. Untuk daerah-daerah itu, perlu diterapkan proyek Waste to Energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik. Namun, untuk wilayah lain, pemanfaatan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu dengan prinsip Reduce, Reuse, Recycleatau TPS3R masih menjadi solusi utama,” ujar Menteri Doddy.
Ia menambahkan bahwa proyek Waste to Energy membutuhkan perencanaan matang dan keterlibatan banyak pihak, termasuk badan usaha dan lembaga terkait. Karena itu, penggunaan TPS3R menjadi langkah cepat dan efektif untuk menekan volume sampah di tingkat daerah.
Pemilihan SMA Pangudi Luhur 13 Bekasi Timur sebagai lokasi acara puncak memiliki makna simbolis. Pemerintah ingin mengajak generasi muda, khususnya para pelajar, untuk berperan aktif dalam gerakan pilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Acara tersebut juga menghadirkan Luna Maya dan Pandawara Group sebagai influencer yang dikenal peduli terhadap isu lingkungan. Keduanya berkolaborasi untuk mengajak masyarakat lebih sadar dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengurangi pencemaran lingkungan. Ia menilai, kesadaran kolektif dan perubahan perilaku merupakan langkah awal dalam menciptakan kota yang bersih dan berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Bekasi akan terus bergerak bersama masyarakat. Kami fokus pada upaya nyata, bukan hanya seremonial. Mulai dari pengurangan plastik sekali pakai, efisiensi energi, hingga gerakan pilah sampah dari rumah,” ujar Tri.
Tri menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan tiga langkah konkret dalam mendukung gerakan lingkungan tersebut. Pertama, seluruh ASN di lingkungan Pemkot Bekasi diwajibkan menggunakan tumbler setiap hari dan tidak lagi menyediakan air minum kemasan dalam rapat atau kegiatan resmi.
“Kedua, kami mendorong setiap kecamatan dan kelurahan untuk menghidupkan kembali bank sampah di wilayahnya. Aksi pilah sampah harus dimulai dari rumah agar dampaknya terasa luas,” lanjut Tri.
Langkah ketiga, Tri menegaskan efisiensi penggunaan energi di lingkungan perkantoran. Pemkot Bekasi menerapkan jam kerja efektif antara pukul 07.00 hingga maksimal 17.00 untuk menekan konsumsi listrik yang berlebihan.
“Efisiensi bukan hanya soal hemat listrik, tapi juga bentuk disiplin dan tanggung jawab ASN dalam menjaga keberlanjutan energi. Kita harus memberi contoh bahwa perubahan bisa dimulai dari kantor pemerintahan,” tegasnya.
Tri juga menyinggung kondisi TPST Bantargebang yang kini semakin tinggi volumenya. Ia menyebut bahwa langkah kecil seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik memiliki dampak besar bagi masa depan lingkungan Kota Bekasi.
“Gunung sampah Bantargebang terus bertambah. Kita tidak bisa menunggu solusi besar datang begitu saja. Aksi kecil setiap hari, seperti membawa tumbler dan memilah sampah, adalah kontribusi nyata untuk perubahan,” ujarnya menutup sambutan.
Dengan semangat Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2025, Pemerintah Kota Bekasi mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat kesadaran menjaga kebersihan dan efisiensi energi demi mewujudkan kota yang cerdas, manusiawi, dan berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar