Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Sambut Siswa SLB Patriot: Kota Inklusif Dimulai dari Hati dan Bukti
Kota Bekasi — Di tengah rutinitas birokrasi yang padat, suasana Kantor Wali Kota Bekasi pagi ini berubah hangat. Puluhan siswa dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Patriot Kota Bekasi datang dengan wajah penuh antusias untuk mengenal lebih dekat bagaimana roda pemerintahan daerah berputar.
Kunjungan edukatif ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan bagian dari pembelajaran kontekstual yang dirancang untuk memberi pengalaman nyata bagi anak-anak berkebutuhan khusus — sebuah langkah kecil yang membawa pesan besar tentang kesetaraan dan inklusi.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyambut langsung para siswa dengan senyum lebar. Ia bukan hanya berdiri di podium memberi sambutan, melainkan ikut menyapa satu per satu siswa, menggenggam tangan mereka, dan mengajak berkeliling kantor pemerintahan.

“Anak-anak ini adalah pejuang kecil yang luar biasa. Mereka mengajarkan kepada kita arti ketulusan dan semangat tanpa batas,” ujar Tri dengan nada penuh empati. “Pemerintah Kota Bekasi akan terus memberi ruang dan dukungan agar pendidikan inklusif benar-benar dirasakan semua lapisan masyarakat.”
Kunjungan tersebut menjadi refleksi nyata dari arah kebijakan Pemkot Bekasi dalam membangun kota yang ramah disabilitas. Menurut Tri, pembangunan manusia tidak bisa diukur dari beton dan jalan semata, melainkan dari seberapa jauh pemerintah hadir untuk setiap warganya, tanpa terkecuali.
“Bekasi bukan hanya soal megaproyek dan pertumbuhan ekonomi. Ini soal memanusiakan manusia, termasuk mereka yang selama ini berada di pinggir sistem,” tambahnya.
Para siswa tampak antusias saat diajak berkeliling ke berbagai ruangan, mulai dari ruang pelayanan publik, sekretariat, hingga aula utama. Bagi mereka, melihat langsung suasana kerja pemerintahan adalah pengalaman langka yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepercayaan diri.
Salah satu guru pendamping mengaku terharu melihat interaksi Wali Kota dengan anak-anak. “Bapak Tri tidak sekadar menyambut, tapi benar-benar mengajak mereka berdialog dan tertawa bersama. Itu artinya empati beliau nyata, bukan pencitraan,” ujarnya.
Wali Kota juga memberikan motivasi sederhana namun kuat: agar para siswa berani bermimpi besar dan tidak minder menghadapi keterbatasan. “Tidak ada batas untuk bermimpi. Setiap dari kalian punya potensi. Percayalah, Kota Bekasi membutuhkan kalian,” tuturnya dengan nada penuh semangat.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan Yayasan Dharma Wanita yang telah berkomitmen mendidik anak-anak dengan kesabaran dan dedikasi tinggi. Tri menegaskan, Pemkot Bekasi siap bersinergi melalui program pemberdayaan dan pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas.
“Pendidikan inklusif adalah fondasi kota masa depan. Kita ingin semua anak, apapun kondisinya, bisa tumbuh dengan kesempatan yang sama,” lanjut Tri.
Kegiatan edukasi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Bekasi sebagai kota layak anak dan inklusif, sesuai dengan komitmen nasional dan kebijakan keberlanjutan daerah.
Tidak hanya berhenti pada kunjungan, Pemkot Bekasi berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai program rutin lintas sekolah luar biasa di seluruh wilayah.
Setelah sesi berkeliling, para siswa diberikan kesempatan berfoto bersama Wali Kota dan menerima kenang-kenangan simbolis dari Pemkot Bekasi sebagai tanda persahabatan.
Senyum lebar tampak dari wajah para siswa saat mereka meninggalkan ruangan utama Balai Kota. Sebuah momen yang sederhana, namun sarat makna bagi perjalanan hidup mereka.
Bagi Tri Adhianto, kunjungan itu bukan hanya bentuk apresiasi terhadap keberanian anak-anak luar biasa, tapi juga cermin tanggung jawab sosial pemerintah daerah dalam memastikan tak ada warga yang tertinggal dalam arus pembangunan.
“Yang kita bangun bukan hanya gedung, tapi hati. Karena kota yang kuat bukan yang tinggi bangunannya, tapi yang luas empatinya,” tutupnya.
Kegiatan pun diakhiri dengan tawa riang dan lagu kebangsaan yang dinyanyikan bersama, seolah menjadi simbol bahwa di tengah perbedaan, Kota Bekasi terus tumbuh sebagai kota yang menyatukan semua warganya dalam satu semangat — Bekasi untuk Semua.
Baca Juga
Komentar