Wali Kota Bekasi Tolak Merger SDN Margahayu IX, Pilih Renovasi demi Akses Pendidikan Warga
Pena Insight
Bekasi, 22 Juli 2025 – Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, melakukan inspeksi mendadak ke SD Negeri Margahayu IX di Kecamatan Bekasi Timur, menyikapi langsung keresahan warga soal rencana merger sekolah. Dalam kunjungan itu, Tri Adhianto memastikan rencana penggabungan sekolah dibatalkan dan renovasi gedung akan segera dilakukan, sebagai solusi berkeadilan bagi siswa dan orang tua.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Bekasi ini disambut oleh Camat Bekasi Timur, Fitri Widyati, dan Lurah Margahayu, Siti Sopiah. Mereka mendampingi Wali Kota menyusuri area sekolah dan mendengarkan langsung keluhan masyarakat, khususnya terkait potensi merger yang dinilai akan menyulitkan akses pendidikan bagi anak-anak.

“Orang tua meminta agar sekolah ini tidak di-merger karena akses anak-anak mereka akan menjadi lebih sulit,” ujar Camat Fitri saat melaporkan aspirasi warga kepada Wali Kota.
Keluhan masyarakat tidak hanya soal jarak, tetapi juga kekhawatiran akan sistem zonasi pendidikan. Warga khawatir jika merger dilakukan, maka adik-adik dari siswa saat ini akan kesulitan mendapatkan sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka.
“Kami ingin anak-anak kami tetap sekolah di sini, jangan sampai harus bersaing di zonasi yang jauh,” ungkap salah satu orang tua murid kepada Wali Kota.
Saat melakukan peninjauan, Tri Adhianto mendapati bahwa kondisi bangunan SDN Margahayu IX memang cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian tembok mengalami keretakan serius dan bahkan tampak nyaris roboh. Selain itu, sekolah ini berada di pinggir Kali Bekasi, menjadikannya sangat rawan tergenang banjir saat hujan deras.
Meski demikian, menurut Tri, solusi bukanlah relokasi atau merger, melainkan percepatan renovasi sekolah. Ia langsung memerintahkan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Kota Bekasi untuk turun tangan. “Saya minta dicek teknisnya, segera estimasi anggarannya, dan tahun ini renovasi harus masuk perencanaan,” tegasnya.
Tri menambahkan bahwa pemerintah harus hadir menjawab aspirasi masyarakat tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelayakan infrastruktur pendidikan. Menurutnya, pembangunan sekolah yang layak adalah investasi jangka panjang bagi generasi masa depan Kota Bekasi.
“Sekolah ini strategis, dekat dengan pemukiman, dan punya nilai historis. Yang kita perlukan adalah pembenahan, bukan penghapusan. Pemerintah hadir bukan untuk memindahkan masalah, tapi menyelesaikannya di tempat,” ujarnya.
Kebijakan cepat ini disambut baik oleh warga dan para guru yang hadir. Dengan pembatalan rencana merger dan komitmen renovasi dari Wali Kota, harapan untuk pendidikan yang layak dan terjangkau bagi warga Margahayu kini kembali terbuka lebar.
Kunjungan Wali Kota ini menegaskan bahwa akses pendidikan yang adil dan merata adalah prioritas utama Pemerintah Kota Bekasi dalam setiap kebijakan pembangunan.
Baca Juga
Komentar