Update SPBE Cimuning Bekasi Hari Ini, Wawali Tinjau Lokasi dan Korban Ditanggung
KOTA BEKASI, 2 April 2026 — Pasca kebakaran hebat yang melahap Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, kondisi lokasi kejadian masih terlihat porak-poranda. Area sekitar telah dipasangi garis polisi sebagai bagian dari proses penyelidikan, sementara petugas masih berjaga untuk mengantisipasi potensi bahaya lanjutan.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turun langsung meninjau lokasi pada Kamis (2/4/2026). Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menangani dampak kebakaran ini secara serius dan menyeluruh.
“Kita harus menangani secara serius karena yang terbakar ini adalah tempat pengisian bahan bakar gas, baik untuk tabung kecil maupun besar,” ujar Harris di lokasi kejadian.
Tangki 50.000 Kg Berhasil Diamankan
Dalam peninjauan tersebut, Harris mengungkapkan bahwa salah satu potensi bahaya terbesar berhasil dikendalikan oleh petugas. Tangki gas berkapasitas besar sekitar 50.000 kilogram yang berada di lokasi berhasil diamankan setelah dilakukan proses pendinginan intensif.
“Yang 50.000 sudah kita tangani, sudah dilakukan pendinginan dan katupnya ditutup. Tapi kita tetap waspada karena masih ada potensi kebocoran,” ungkapnya.
Langkah cepat petugas pemadam kebakaran ini dinilai krusial dalam mencegah kemungkinan ledakan susulan yang dapat memperparah dampak kebakaran.
14 Korban Luka Bakar, Tanpa Korban Jiwa
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 14 orang mengalami luka bakar akibat insiden tersebut. Para korban terdiri dari warga sekitar serta pengguna jalan yang melintas saat kebakaran terjadi.
Meski tidak ada korban jiwa, beberapa korban dilaporkan mengalami luka cukup serius dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh korban akan mendapatkan penanganan medis secara optimal tanpa terkendala biaya.
Pemkot Bekasi Tanggung Seluruh Biaya
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban, baik melalui BPJS maupun layanan kesehatan daerah.
“Insyaallah semua korban akan menjadi tanggungan Pemerintah Kota Bekasi. Kita bekerja sama dengan BPJS, dan bagi yang tidak memiliki BPJS tetap akan kita layani,” tegas Harris.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memastikan korban mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang layak.
Rumah Warga Rusak, Pendataan Masih Berlangsung
Selain menimbulkan korban luka, kebakaran juga berdampak pada permukiman warga di sekitar lokasi. Sejumlah rumah mengalami kerusakan cukup parah akibat kobaran api dan ledakan.
Pemerintah Kota Bekasi saat ini masih melakukan pendataan terhadap rumah dan tempat usaha yang terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar dalam pemberian bantuan kepada warga.
“Kalau rumah itu milik warga yang tidak mampu, tentu harus segera kita tangani,” ujar Harris.
Rencana bantuan akan dikoordinasikan melalui dinas terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman, guna memastikan proses pemulihan berjalan cepat.
Lokasi Masih Dalam Pengawasan
Hingga saat ini, lokasi kebakaran masih dalam pengawasan ketat aparat kepolisian dan petugas terkait. Garis polisi dipasang untuk membatasi akses serta mendukung proses investigasi penyebab kebakaran.
Petugas juga terus melakukan pemantauan guna memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan, terutama dari sisa gas yang masih berada di lokasi.
Jadi Perhatian Serius
Peristiwa kebakaran SPBE Cimuning menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat lokasi fasilitas energi tersebut berada di tengah permukiman padat. Kondisi ini dinilai meningkatkan risiko jika terjadi insiden serupa.
Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan fasilitas berisiko tinggi di kawasan padat penduduk.
Dengan situasi yang mulai terkendali, Pemkot Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mendekati area kejadian hingga dinyatakan benar-benar aman oleh petugas.
Baca Juga
Komentar