Untung JARR & PGUN Melejit, Jejak Kemitraan Bisnis Haji Isam Terbuka
Pena Insight
Jakarta, 4 Agustus 2025 — Dua emiten milik keluarga Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), yakni PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) dan PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), mencatat pertumbuhan laba bersih luar biasa di semester pertama 2025, didorong oleh kemitraan strategis yang terungkap secara transparan.
Pada periode 1H 2025, JARR mencetak laba bersih Rp 160,39 miliar, naik 82,58 % dari Rp 87,85 miliar di periode sama tahun lalu. Penjualan bersihnya juga meningkat 18,66 % menjadi Rp 2,04 triliun dari Rp 1,72 triliun di 1H 2024. Kontributor utama pendapatan adalah kontrak biodiesel dengan Pertamina Patra Niaga, menyumbang lebih dari Rp 1,11 triliun atau sekitar 55 % dari total sales.
Sementara itu, PGUN mencetak laba bersih sebesar Rp 83,53 miliar pada semester I 2025, melonjak 690 % dibandingkan Rp 10,57 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Penjualan bersih naik 48,92 % menjadi Rp 385,17 miliar dari Rp 258,64 miliar.
Peningkatan laba bersih PGUN didorong oleh kenaikan penjualan minyak kelapa sawit yang mencapai Rp 332,19 miliar (+39,6 %). Penjualan inti sawit juga tumbuh 181,5 %, meskipun pendapatan dari cangkang justru turun signifikan. Menariknya, pembeli utama PGUN adalah JARR sebagai afiliasi, menyumbang hingga 86 % atau Rp 332,19 miliar dari total penjualan PGUN.
Meski laba melonjak, beberapa analis menyoroti risiko automasi afiliasi antar-entitas dalam satu grup. Hubungan finansial dan operasional antara JARR dan PGUN memunculkan pertanyaan tentang tata kelola dan independensi pengelolaan dana publik yang ditanamkan lewat saham di bursa.
Di sisi keuangan, JARR berhasil menekan liabilitas hingga turun sekitar 7 % dan asetnya stabil di Rp 4,03 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh 6,5 % menjadi Rp 1,81 triliun per akhir Juni 2025. PGUN juga mencatat pertumbuhan ekuitas sebesar hampir 4 % menjadi Rp 1,86 triliun, sementara liabilitas turun ke kisaran Rp 781 miliar.
Pasar merespons positif hasil ini: saham JARR menguat hingga 6–7 % pasca pengumuman, dengan kenaikan tahunan lebih dari 27 % per Juli 2025. Saham PGUN juga meningkat tajam ke level Rp 915, mencerminkan optimisme investor atas prospek emiten ini.
Namun pakar tata kelola menyarankan audit independen dan keterbukaan informasi yang lebih detail agar kemitraan internal seperti ini tidak mengecilkan hak publik atau merugikan investor minoritas. Lonjakan laba besar seperti ini wajib diiringi transparansi yang memadai.
Ke depan, target PGUN adalah mencapai laba bersih Rp 256 miliar sepanjang 2025—tiga kali lipat dari realisasi tahun lalu. Namun target ini hanya realistis jika integrasi vertikal dan efisiensi terus dijaga, serta regulasi soal afiliasi diperhatikan seksama oleh otoritas pasar modal.
Lonjakan laba JARR dan PGUN tidak bisa dilepaskan dari pola kolaborasi afiliasi yang masif. Meski pertumbuhannya impresif, publik dan regulator perlu memastikan praktik bisnis ini tetap akuntabel dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Baca Juga
Komentar