Tarawih Keliling di Medan Satria, Tri Adhianto Soroti Galian Fiber Optik dan Aspirasi Warga
KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) malam ke-10 Ramadan di Masjid Asy-Syuhada, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Sabtu (28/2/2026). Selain mempererat silaturahmi dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum pemerintah menyerap aspirasi warga sekaligus menindaklanjuti persoalan galian fiber optik yang meresahkan.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melaksanakan kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Asy-Syuhada, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, pada malam ke-10 Ramadan.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan bahwa Tarawih Keliling menjadi ruang efektif bagi pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini telah terjadwal secara khusus dan berbeda dengan inspeksi mendadak maupun kunjungan kerja wilayah pada umumnya.
Melalui Tarling, Pemerintah Kota Bekasi tidak hanya menjalankan agenda keagamaan, tetapi juga menyosialisasikan berbagai program prioritas pembangunan kepada masyarakat.
Salah satu isu yang menjadi perhatian utama adalah penertiban galian fiber optik yang banyak dikeluhkan warga. Tri menjelaskan bahwa laporan masyarakat yang disampaikan melalui media sosial langsung ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan hingga penghentian pekerjaan pada lokasi yang bermasalah.
Ia menegaskan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, penggalian yang merusak jalan tanpa penanganan sesuai aturan dapat diproses secara hukum. Pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran yang merusak fasilitas umum.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi menjaga kualitas infrastruktur jalan agar tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat. Galian yang tidak ditangani dengan baik sering menyebabkan jalan kembali rusak meski sebelumnya telah diperbaiki.

Tri juga menyampaikan bahwa setiap kegiatan Tarawih Keliling kerap menjadi sarana warga menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah. Hal tersebut dinilai positif karena memungkinkan persoalan di wilayah segera ditinjau dan ditindaklanjuti.
Selain itu, ia turut memaparkan program dana hibah RW “Bekasi Keren” yang diharapkan mampu memperkuat peran RT dan RW dalam membantu lurah serta camat menjaga ketertiban dan kualitas lingkungan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan sekaligus pengawasan lingkungan di tingkat wilayah.
Baca Juga
Komentar