Simulasi Penanganan Aksi Unjuk Rasa, Polres Metro Bekasi Kota Siapkan Personel Hadapi Situasi Kontinjensi
KOTA BEKASI – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan personel menghadapi situasi kontinjensi, Polres Metro Bekasi Kota menggelar Simulasi Penanganan Aksi Unjuk Rasa di halaman utama Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pangeran Jayakarta No. 28, Sabtu (20/9/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh personel gabungan dari berbagai satuan fungsi, termasuk Satuan Sabhara, Lalu Lintas, Intelkam, Satreskrim, Propam, serta tim Negosiator Polwan.
Simulasi bertujuan melatih kesiapan taktis, meningkatkan koordinasi antar satuan, serta memastikan penerapan prosedur tetap (protap) dalam menangani massa aksi sesuai standar profesionalisme Polri.
Kasat Sabhara Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Hutajulu, menegaskan pentingnya kegiatan semacam ini sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
“Seluruh personel harus siap secara fisik maupun mental. Penanganan unjuk rasa wajib dilakukan secara profesional, humanis, dan proporsional. Tindakan tegas hanya diambil jika situasi mengharuskan,” ujarnya.
Simulasi dimulai dengan skenario adanya aksi unjuk rasa yang berlangsung damai. Massa digambarkan menyuarakan aspirasi menggunakan spanduk, pengeras suara, dan orasi di depan gerbang Mapolres.
Situasi kemudian dibuat meningkat dengan massa yang mulai melakukan tindakan anarkis, seperti melempar benda ke arah petugas dan berupaya menerobos barikade.
Menghadapi eskalasi ini, pasukan gabungan melaksanakan tahapan-tahapan penanganan sesuai SOP, mulai dari imbauan persuasif, negosiasi oleh Polwan, hingga pembentukan formasi barikade pengamanan.
Ketika massa simulasi semakin tidak terkendali, personel melakukan langkah pengendalian lanjutan, termasuk penggunaan tameng, gas air mata (dummy), dan taktik dorong mundur secara terukur.
Seluruh proses dipantau langsung oleh pejabat utama Polres Metro Bekasi Kota untuk memastikan prosedur dijalankan sesuai ketentuan dan tetap mengedepankan pendekatan humanis.
Kasat Sabhara menambahkan bahwa simulasi ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga melatih kecepatan koordinasi komando di lapangan.
“Koordinasi antar fungsi sangat penting. Intelkam harus memberikan informasi situasi, Lalu Lintas mengatur rekayasa arus, dan Sabhara menjadi garda depan pengamanan. Semua harus bekerja harmonis,” jelasnya.
Selain itu, tim medis dari Dokkes Polres Metro Bekasi Kota juga disiagakan untuk menangani potensi korban luka, baik dari pihak peserta unjuk rasa maupun personel pengamanan.
Simulasi berjalan lancar hingga akhir, dengan evaluasi bersama seluruh fungsi yang terlibat. Evaluasi ini mencakup kecepatan respons, efektivitas komunikasi, serta kesiapan peralatan pendukung.
Melalui kegiatan ini, Polres Metro Bekasi Kota menegaskan komitmennya menciptakan situasi kondusif, menjaga stabilitas wilayah, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Kegiatan simulasi ini juga diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat bahwa kepolisian siap mengawal penyampaian aspirasi secara damai, namun tetap tegas terhadap tindakan anarkis yang mengganggu ketertiban umum.
Dengan latihan berkala seperti ini, Polres Metro Bekasi Kota berharap setiap potensi konflik sosial di wilayah hukum Kota Bekasi dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan proporsional.
Baca Juga
Komentar