Sengketa Pohon Rambutan Bekasi Berakhir Damai, Polisi Mediasi Warga Tanpa Konflik
KOTA BEKASI — Perselisihan antarwarga di wilayah Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, berhasil diselesaikan secara damai berkat langkah cepat aparat kepolisian. Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatirahayu Putra Haryono turun langsung melakukan mediasi dalam konflik yang dipicu persoalan sepele, namun berpotensi memicu ketegangan lingkungan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB di kawasan Jalan Harun 7 RT 002/011, Jatirahayu. Perselisihan bermula dari keluhan salah satu warga terkait sampah daun dari pohon rambutan milik tetangganya yang kerap jatuh ke halaman rumah.
Ketegangan sempat terjadi hingga memicu adu mulut antara kedua belah pihak. Situasi tersebut kemudian dilaporkan oleh Ketua RT setempat kepada pihak kepolisian untuk segera ditangani sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Mendapat laporan tersebut, Putra Haryono langsung bergerak ke lokasi bersama Ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pendekatan problem solving yang mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu mendatangi pihak pertama untuk menggali informasi terkait kronologi kejadian. Setelah itu, Bhabinkamtibmas mendatangi pihak kedua guna melakukan klarifikasi serta mengajak kedua pihak untuk duduk bersama.
Proses mediasi berlangsung dalam suasana terbuka dan kondusif. Dalam pertemuan tersebut, pihak kedua menyampaikan permohonan maaf karena emosinya sempat terpancing hingga memicu keributan.
Di sisi lain, pihak pertama juga menunjukkan itikad baik dengan menyatakan kesediaannya untuk menebang pohon rambutan yang menjadi sumber permasalahan, guna mencegah konflik serupa terulang di masa mendatang.
Kesepakatan pun tercapai setelah kedua belah pihak saling memahami dan menerima solusi yang diajukan. Mereka sepakat menyelesaikan persoalan secara damai tanpa membawa kasus ini ke ranah hukum.
Pendekatan humanis yang dilakukan oleh Putra Haryono menjadi kunci keberhasilan dalam meredam konflik. Kehadiran polisi tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mediator yang mampu menjembatani komunikasi antarwarga.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan penyelesaian cepat dan tidak berlarut-larut. Lingkungan pun kembali kondusif tanpa adanya ketegangan lanjutan.
Peran Bhabinkamtibmas dalam kehidupan masyarakat dinilai sangat penting, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tingkat lingkungan terkecil. Melalui pendekatan dialogis, berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan tanpa harus berujung konflik berkepanjangan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, serta tidak mudah terpancing emosi yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kasus ini menjadi contoh bahwa persoalan kecil sekalipun dapat diselesaikan dengan baik apabila semua pihak mau saling membuka diri dan mencari solusi bersama.
Dengan sinergi antara masyarakat dan aparat, diharapkan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis dapat terus terjaga di Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar