RW 14 Pekayon Pamer Kekompakan Warga, Lahan Sempit Disulap Jadi Ketahanan Pangan Terbaru
BEKASI SELATAN – Kekompakan warga RW 14, Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, menjadi salah satu perhatian dalam penilaian Anugerah Gapura Sri Baduga. Berbagai inovasi dikembangkan masyarakat, mulai dari ketahanan pangan, pengelolaan sampah, UMKM hingga pemanfaatan ruang publik.
Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto bersama Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi serta tim penilai dari TP PKK Kota Bekasi dan Dinas Tata Pemerintahan melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung program yang sebelumnya telah dipresentasikan.
Verifikasi lapangan tersebut dilakukan untuk melihat penerapan berbagai inovasi di tengah masyarakat sekaligus menggali potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Di Kelurahan Pekayon, tim penilai mengunjungi sejumlah UMKM yang tumbuh dari kreativitas warga. Produk yang dihasilkan cukup beragam, mulai dari batik, kaos dengan motif hasil jahitan, aksesori hingga tas berbahan rotan.
UMKM Pekayon Didorong Masuk Binaan Dekranasda
Wiwiek Hargono mendorong agar potensi pelaku UMKM di tingkat kelurahan tidak berhenti pada produksi dan pemasaran secara mandiri.
Bersama lurah dan camat setempat, masyarakat diajak mendata pelaku usaha yang memiliki potensi untuk kemudian didorong mendaftarkan produknya sebagai bagian dari binaan Dekranasda Kota Bekasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka peluang pendampingan sekaligus memperluas pengembangan produk kerajinan dan usaha kreatif masyarakat.
Kunjungan kemudian berlanjut ke salah satu posko RW yang juga dimanfaatkan sebagai lokasi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Di lokasi tersebut terdapat 57 tanaman yang terdiri dari tanaman konsumsi dan tanaman obat. Keberadaan tanaman tersebut menjadi bagian dari upaya warga memanfaatkan ruang yang tersedia untuk mendukung kebutuhan sehari-hari.
Setiap Rumah Didorong Tanam Lima Tanaman
Semangat ketahanan pangan juga diterapkan melalui gerakan lingkungan RW 14 yang mendorong setiap rumah warga menanam sedikitnya lima tanaman.
Gerakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga mendorong setiap keluarga memiliki sumber tanaman pangan dan obat yang dapat dimanfaatkan dari sekitar rumah.
KWT di wilayah tersebut juga telah menjalin kerja sama dengan Pandan Wangi dalam menyuplai hasil tanaman konsumsi maupun tanaman obat yang dihasilkan masyarakat.
Tim penilai selanjutnya mengunjungi rumah percontohan rumah sehat yang memanfaatkan lingkungan secara produktif.
Sampah organik dari rumah tersebut diolah menjadi eco-enzyme. Sementara lahan di sekitar rumah digunakan untuk menanam berbagai jenis tanaman yang dapat dipanen untuk kebutuhan warga.
Sejumlah tanaman yang telah dibudidayakan bahkan sudah beberapa kali dipanen, antara lain mangga, pisang, jeruk bali, duku, kacang panjang, terong, pare hingga berbagai jenis rempah.
Pemilik rumah juga memanfaatkan area yang tersedia untuk memelihara ikan lele. Sebagian hasil budidaya ikan tersebut dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga.
Gang Disulap Jadi Perpustakaan Warga
Kekompakan warga RW 14 juga terlihat dari pemanfaatan ruang publik di lingkungan permukiman.
Salah satunya melalui pemanfaatan area gang sebagai perpustakaan warga. Fasilitas tersebut dibuka setiap hari dan menjadi ruang berkumpul masyarakat.
Dinding-dinding di sekitar lingkungan juga dipercantik dengan mural hasil kreativitas warga.
Tidak hanya ibu-ibu, para bapak dan hansip turut terlibat dalam membuat serta mempercantik berbagai fasilitas lingkungan dengan memanfaatkan barang-barang bekas.
Keterampilan tersebut kemudian dibagikan kepada para ibu agar barang yang sebelumnya tidak terpakai dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Ketua TP PKK Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto mengapresiasi kekompakan masyarakat Kelurahan Pekayon, khususnya warga RW 14 dalam mengembangkan berbagai kegiatan secara bersama-sama.
“Yang menarik dari Pekayon adalah bagaimana warga bisa bergerak bersama. Tidak hanya menanam tanaman konsumsi dan tanaman obat, tetapi juga memanfaatkan lahan yang ada, mengelola lingkungan, membuat ruang untuk berkumpul, sampai mengembangkan kreativitas dari barang-barang yang sudah tidak terpakai,” ujar Wiwiek.
Menurutnya, kekompakan masyarakat merupakan modal penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, produktif sekaligus memiliki potensi ekonomi.
“Ketika warga kompak, hal-hal sederhana bisa menjadi sesuatu yang memberikan manfaat besar. Lima tanaman dari setiap rumah kalau dilakukan bersama-sama tentu bisa menjadi kekuatan untuk ketahanan pangan lingkungan,” katanya.
Wiwiek juga mendorong agar potensi UMKM yang ditemukan selama kunjungan terus didata dan dikembangkan sehingga memiliki kesempatan mendapatkan pendampingan melalui binaan Dekranasda Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar