Polri & Bulog Luncurkan Gerakan Pangan Murah Serentak, 2.424 Ton Beras Di Seluruh Indonesia
Pena Insight
Jakarta, 15 Agustus 2025 – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Perum Bulog resmi memulai Gerakan Pangan Murah secara serentak di seluruh Indonesia. Acara kick-off dipusatkan di Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (14/8/2025), dengan melibatkan ribuan titik distribusi di berbagai daerah.
Hadir dalam peluncuran ini Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D. (h.c.), dan Direktur Utama Perum Bulog Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.
Kapolri Listyo Sigit menegaskan, gerakan ini hadir untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau, khususnya beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kick-off Gerakan Pangan Murah secara serentak. Hingga 13 Agustus, sudah disalurkan 5.706 ton beras SPHP di 4.705 titik. Khusus hari ini, kami menyalurkan 2.424 ton di 1.552 titik dengan penerima manfaat hampir 485 ribu orang,” ujar Kapolri.
Ia memastikan harga pangan yang dijual dalam program ini sesuai standar Bulog dan tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). Program ini juga akan terus dipantau dan dievaluasi setiap minggu agar target penyaluran 1,3 juta ton beras SPHP bisa tercapai sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menilai Gerakan Pangan Murah memiliki dampak langsung terhadap inflasi nasional.

“Target inflasi kita 1,5 sampai 3,5 persen. Juli lalu tercatat 2,37 persen, masih sesuai target. Tapi beras adalah komoditas utama yang harus dijaga. Di beberapa wilayah timur sempat di atas HET, hingga Rp14.000 per kilogram,” jelas Tito.
Ia mengapresiasi peran Polri yang memanfaatkan jaringannya hingga tingkat daerah untuk mempercepat distribusi dan menurunkan harga. “Dari 237 kabupaten/kota yang sempat mengalami kenaikan harga beras, kini harga sudah turun sekitar Rp191 per kilogram,” tambahnya.
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menyebut, gerakan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo. “Bantuan pangan sudah 90 persen tersalurkan kepada 18,27 juta keluarga. Selanjutnya Gerakan Pangan Murah SPHP akan terus berjalan hingga Desember dengan total target 1,3 juta ton,” kata Arief.
Selain beras, masyarakat juga bisa membeli minyak goreng Rp15.000 per liter dan tepung Rp10.000 per kilogram. “Antusiasme masyarakat luar biasa. Terima kasih kepada Kapolri, Bulog, dan semua pihak yang mendukung,” ujarnya.
Direktur Utama Perum Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan ketersediaan pangan aman. “Saat ini Bulog memiliki stok 4,2 juta ton beras. Sebanyak 1,3 juta ton dialokasikan untuk SPHP, dan 0,3 juta ton untuk bantuan pangan. Sinergi TNI-Polri dan pemerintah daerah akan memastikan distribusi merata dan harga terkendali,” jelasnya.
Baca Juga
Komentar