Polisi Turun Tengah Malam! Operasi Skala Sedang di Bantar Gebang Berakhir dengan Hasil Tak Terduga
KOTA BEKASI – Upaya mencegah aksi tawuran, begal, geng motor, hingga berbagai bentuk kejahatan jalanan terus diperkuat jajaran Polsek Bantar Gebang. Melalui Operasi Kejahatan Jalanan (OKJ), Operasi Cipta Kondisi Jaya 21, dan Patroli Skala Sedang yang digelar hingga larut malam, aparat kepolisian menyisir sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jumat (3/7/2026).
Operasi tersebut menjadi bagian dari langkah preventif dan represif Polres Metro Bekasi Kota dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada jam-jam yang dinilai rawan terhadap aksi kriminalitas.
Patroli dipimpin Perwira Pengendali Iptu Tulus Maryadi selaku Ps. Kanit Samapta Polsek Bantar Gebang. Personel bergerak dari Jalan Raya Siliwangi menuju sejumlah ruas jalan yang selama ini menjadi fokus pengawasan, seperti Pangkalan II, Jalan Sumur Batu–Bantar Gebang, Jalan WR Supratman, Jalan Baru Grand Wisata, kawasan Perumahan MGT, Jalan Mandor Demong, hingga Jalan Raya Mustikasari.
Sepanjang patroli berlangsung, petugas melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan roda dua, roda empat, mobil boks, maupun kendaraan barang yang dinilai mencurigakan. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap kendaraan, tetapi juga kepada pengemudi dan penumpang guna memastikan tidak terdapat barang-barang berbahaya maupun pelanggaran hukum.
Dalam operasi tersebut, sasaran utama meliputi kepemilikan narkotika, senjata tajam, senjata api ilegal, bahan peledak, minuman keras, pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), begal, tawuran remaja, hingga berbagai potensi gangguan keamanan lainnya.
Hasil operasi menunjukkan situasi yang menggembirakan. Hingga patroli berakhir, petugas tidak menemukan adanya tindak pidana kriminal, penyalahgunaan narkotika, maupun pelanggaran lain yang menjadi target operasi.
Kondisi tersebut menandakan situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Bantar Gebang selama pelaksanaan patroli berada dalam kondisi aman dan kondusif.
Selain melakukan razia kendaraan, petugas juga menyambangi sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul kelompok remaja pada malam hari. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya potensi tawuran maupun aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.
Patroli skala sedang juga difokuskan pada jalur-jalur yang relatif sepi dengan tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan.
Kapolsek Bantar Gebang Kompol Sukadi, SH., MM menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menjaga wilayah Bantar Gebang tetap aman dari berbagai bentuk gangguan keamanan, khususnya tawuran remaja dan aksi geng motor yang selama ini menjadi perhatian masyarakat.
Menurutnya, kegiatan Operasi Jaya 21 maupun patroli malam akan terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
"Bantargebang harus zero tawuran, zero geng motor. Saya menugaskan Kanit Samapta memimpin langsung Operasi Kejahatan Jalanan dan Ops Jaya 21 untuk menyapu bersih potensi gangguan keamanan. Kendaraan yang mencurigakan kami lakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dan apabila ditemukan membawa senjata tajam ataupun melakukan tindak pidana akan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Kompol Sukadi.
Ia mengapresiasi hasil patroli yang tidak menemukan adanya tindak kriminal maupun penyalahgunaan narkotika selama operasi berlangsung. Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat jajaran kepolisian lengah.
Kapolsek memastikan patroli akan terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika keamanan yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Kompol Sukadi juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga keamanan lingkungan, terutama terhadap aktivitas anak-anak remaja pada malam hari.
Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi faktor penting untuk mencegah keterlibatan remaja dalam aksi tawuran maupun pergaulan negatif lainnya.
Ia mengimbau para orang tua agar memastikan anak-anak mereka tidak berada di luar rumah hingga larut malam tanpa keperluan yang jelas.
Sementara kepada para remaja, Kapolsek mengajak agar lebih memilih kegiatan positif yang mampu mengembangkan potensi diri dibanding terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum.
"Untuk orang tua, mohon awasi anak-anaknya, terutama setelah pukul 22.00 WIB agar tidak berkeliaran tanpa tujuan yang jelas. Kepada adik-adik remaja, manfaatkan waktu dengan kegiatan yang positif, berolahraga, belajar, ataupun mengikuti kegiatan masyarakat. Jangan sampai masa depan rusak karena terlibat tawuran atau tindak kriminal," katanya.
Polsek Bantar Gebang juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi menjaga keamanan lingkungan melalui komunikasi aktif dengan aparat kepolisian.
Apabila masyarakat menemukan aktivitas yang mencurigakan, keberadaan kelompok remaja yang berpotensi melakukan tawuran, maupun indikasi tindak kriminal lainnya, warga diminta segera melaporkan melalui layanan darurat Polri 110 atau langsung menghubungi Polsek Bantar Gebang.
Menurut Kompol Sukadi, keamanan wilayah tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga.
Dengan terus digelarnya Operasi Kejahatan Jalanan, Ops Cipkon Jaya 21, dan patroli rutin pada jam-jam rawan, Polsek Bantar Gebang berharap wilayahnya tetap menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warga.
Keberhasilan menjaga keamanan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan yang profesional, responsif, dan humanis kepada masyarakat, sejalan dengan semangat menjaga ketertiban serta menciptakan rasa aman di Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar