Terbaru Trump Bantah Kondisi Awak USS Abraham Lincoln Memburuk, Penugasan Disebut Belum Cukup Lama
WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan mengenai memburuknya kondisi awak kapal induk USS Abraham Lincoln yang telah menjalani penugasan selama lebih dari delapan bulan.
Trump justru menilai masa penugasan kapal induk tersebut belum berlangsung cukup lama. Pernyataan itu disampaikan ketika Trump ditanya mengenai kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan mental para awak kapal.
“Tidak. Tidak. Tidak. Belum cukup lama,” kata Trump, dikutip The New York Times, Jumat (14/8/2026).
Trump juga membantah adanya kekhawatiran dari keluarga para personel yang bertugas di USS Abraham Lincoln.
“Tidak, mereka tidak khawatir,” ujarnya.
Menurut laporan The New York Times, USS Abraham Lincoln telah menjalani penugasan selama lebih dari delapan setengah bulan. Sebagian besar periode tersebut digunakan untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat dalam konflik melawan Iran.
Laporan tersebut menyoroti sejumlah persoalan yang disebut terjadi selama masa penugasan, mulai dari kekurangan kebutuhan dasar, masalah keselamatan dan kebersihan, hingga kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan mental awak kapal.
Meski membantah laporan tersebut, Trump mengakui Angkatan Laut AS akan segera mengganti USS Abraham Lincoln dengan kapal induk lain. USS George Washington disebut akan dikirim untuk menggantikan kapal tersebut.
Informasi mengenai pergantian kapal disampaikan seorang pejabat AS kepada The New York Times dengan syarat anonim karena tidak memiliki kewenangan untuk berbicara secara terbuka mengenai jadwal operasional kapal.
Selain persoalan kebutuhan dasar, laporan tersebut juga menyebut adanya paket kiriman dari keluarga awak kapal yang hilang dalam proses pengiriman dan baru diterima setelah berbulan-bulan.
Trump Klaim Operasi Iran Berhasil
Persoalan kondisi USS Abraham Lincoln muncul di tengah konflik Amerika Serikat dan Israel dengan Iran yang berlangsung lebih lama dari perkiraan awal pemerintahan Trump.
Trump selama ini berulang kali menyatakan bahwa operasi militer AS berhasil menghancurkan kemampuan militer Iran. Ia juga cenderung mengecilkan dampak konflik terhadap personel militer Amerika Serikat.
Namun, menurut catatan The New York Times, sedikitnya 18 personel militer AS tewas dan ratusan lainnya terluka dalam konflik tersebut.
Dalam pernyataan terpisah di Garden City, New York, Jumat (14/8), Trump kembali membela operasi militer AS dan mengeklaim adanya kemajuan dalam perang tersebut.
Trump bahkan mengatakan Amerika Serikat akan mengambil langkah terhadap Selat Hormuz, jalur maritim strategis yang menjadi salah satu jalur utama pasokan minyak dunia.
“Segera saya akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik strategis dalam konflik karena gangguan terhadap jalur tersebut dapat berdampak terhadap distribusi energi dan harga minyak global.
Trump juga mengatakan keputusan menghadapi Iran dilakukan untuk mencegah negara tersebut memiliki senjata nuklir. Menurutnya, tujuan tersebut sepadan dengan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat AS, termasuk kenaikan harga bensin.
“Saya tidak akan pernah meminta maaf. Saya melakukan hal yang benar,” ujar Trump.
Baca Juga
Komentar