Ketua Dekranasda Wiwiek Hargono Tampil di Kriyanusa 2026, Bawa Pesan Kriya Berkelanjutan Kota Bekasi
JAKARTA – Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, tampil dalam rangkaian Pameran Kerajinan Nusantara atau Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Senin (28/9/2026).
Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” dan berlangsung pada 26 hingga 30 September 2026. Pameran tersebut menghadirkan peserta serta booth kerajinan dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam rangkaian kegiatan, Wiwiek mengikuti fashion show yang menampilkan karya busana para Ketua Dekranasda kabupaten dan kota dari berbagai daerah. Sebanyak 92 penampil mengikuti agenda tersebut dengan membawa kekayaan wastra dan kriya daerah masing-masing.
Fashion show menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan wastra Nusantara melalui pendekatan yang lebih modern dan kreatif. Selain fashion show, Kriyanusa 2026 juga menghadirkan parade wastra, talk show, workshop, hingga pengalaman digital.
Dalam kesempatan tersebut, Wiwiek tampil mengenakan busana bernuansa biru dengan motif khas yang memberikan kesan elegan. Penampilannya sekaligus membawa pesan untuk terus memperkenalkan produk kriya dan wastra Kota Bekasi ke pasar yang lebih luas.

Ketua Dekranasda Wiwiek Hargono Tampil di Kriyanusa 2026, menggunakan batik menuai sorotan
Kehadiran para Ketua Dekranasda dalam kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana kekayaan wastra daerah dapat dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi identitas masing-masing daerah.
Kegiatan Kriyanusa 2026 turut dihadiri Ketua Harian Dekranas, Tri Tito Karnavian, bersama jajaran Dekranas dan perwakilan Dekranasda dari berbagai daerah.
Booth Kota Bekasi Usung Konsep “Lotus in Kresek Bloom”
Selain fashion show, Dekranasda Kota Bekasi menghadirkan booth dengan konsep “Lotus in Kresek Bloom”. Konsep tersebut mengangkat pesan transformasi, harapan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Inspirasi konsep tersebut berasal dari bunga teratai yang mampu tumbuh bersih dan anggun di tengah lingkungan berlumpur. Filosofi itu kemudian diterapkan dengan memanfaatkan limbah kantong plastik atau kresek menjadi karya kerajinan yang memiliki nilai guna dan estetika.
Melalui pengolahan material yang selama ini dianggap sebagai limbah, Dekranasda Kota Bekasi ingin menunjukkan bahwa sesuatu yang dipandang tidak bernilai dapat diubah menjadi karya yang memberikan manfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Booth Kota Bekasi tidak hanya menampilkan produk kerajinan, tetapi juga membawa pesan mengenai keberlanjutan, kepedulian lingkungan, inklusivitas, serta pengembangan potensi perajin dan pelaku UMKM.
Sejumlah produk yang ditampilkan antara lain tas kulit batik dari Kina and Jade, jilbab dari Kalana Scarve, wastra ecoprint karya desainer Tiaanton, ecoprint dari Edit House, serta aksesori dari Dejireti.
Dekranasda Kota Bekasi juga menghadirkan Disabilitas Corner yang menampilkan berbagai karya kerajinan dari Talenta Center. Selain itu, terdapat Batik Ciprat dari Sikat Palu yang merupakan karya penyandang disabilitas binaan Kementerian Sosial.
Wastra batik karya desainer Indira Safa turut melengkapi produk yang dipamerkan dalam booth Kota Bekasi.
Keikutsertaan Kota Bekasi dalam Kriyanusa 2026 menjadi ruang promosi bagi perajin, pelaku UMKM, desainer, dan komunitas kreatif untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Melalui tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”, Dekranasda Kota Bekasi mendorong produk lokal agar tidak hanya memiliki nilai budaya dan estetika, tetapi juga mampu berkembang melalui inovasi serta memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Baca Juga
Komentar