Polda Kaltim Juara Nasional Berantas Korupsi, Selamatkan Aset Rp76 Miliar
BALIKPAPAN — Prestasi gemilang ditorehkan jajaran Polda Kalimantan Timur di tingkat nasional. Melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), institusi ini berhasil meraih peringkat pertama dalam ajang Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Kortastipidkor Polri Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang digelar pada 26–28 April 2026 di Hotel Mercure Ancol ini diikuti oleh seluruh jajaran Ditreskrimsus Polda se-Indonesia. Forum tersebut menjadi ajang strategis dalam memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas penegakan hukum, khususnya di bidang tindak pidana korupsi.
Rakernis tahun ini mengusung tema penguatan peran Kortastipidkor Polri dalam implementasi KUHP dan KUHAP nasional untuk mengawal program prioritas pemerintah. Tema tersebut menegaskan komitmen kuat kepolisian dalam memberantas korupsi secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Polda Kalimantan Timur berhasil unggul pada kategori penyelesaian penyelamatan aset tindak pidana korupsi tahun 2025. Nilai aset yang berhasil diselamatkan mencapai Rp76.241.914.668, angka yang menjadi indikator keberhasilan nyata dalam upaya pengembalian kerugian negara.
Penghargaan bergengsi itu diserahkan langsung oleh Totok Suharyanto kepada Bambang Yugo Pamungkas yang mewakili Polda Kaltim dalam acara tersebut.
Menanggapi capaian ini, Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Timur, Yuliyanto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Ditreskrimsus atas kinerja luar biasa yang telah ditunjukkan.
“Saya mewakili Kapolda Kaltim mengucapkan selamat dan apresiasi kepada Ditreskrimsus Polda Kaltim atas prestasi yang diraih. Ini adalah bukti nyata kerja keras, dedikasi, dan komitmen dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, khususnya dalam penyelamatan aset negara,” ujar Yuliyanto.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan internal institusi, tetapi juga menjadi bukti konkret bahwa penegakan hukum yang profesional dan akuntabel mampu memberikan dampak nyata bagi negara.
Lebih jauh, prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas penanganan perkara serta memperkuat integritas dalam menjalankan tugas.
“Prestasi ini harus menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan kualitas penanganan perkara, memperkuat integritas, serta mendukung penuh program prioritas pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi,” tegasnya.
Capaian ini juga memperlihatkan efektivitas strategi penegakan hukum yang tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada upaya pemulihan kerugian negara melalui penyelamatan aset.
Rakernis Kortastipidkor Polri sendiri menjadi momentum penting dalam menyatukan persepsi serta strategi penanganan kasus korupsi di seluruh Indonesia. Dengan adanya forum ini, diharapkan seluruh satuan kerja memiliki arah yang sama dalam menghadapi tantangan penegakan hukum ke depan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah evaluasi terhadap implementasi regulasi baru, termasuk KUHP dan KUHAP nasional, yang menjadi landasan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.
Dengan prestasi yang diraih, Polda Kalimantan Timur diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja di masa mendatang.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi contoh bagi satuan kerja lain dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Langkah nyata dalam pemberantasan korupsi ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan na
Baca Juga
Komentar