Pohon Tumbang di Jalan Narogong Terjadi Lagi, Wildan Desak DBMSDA Bergerak Cepat, Jangan Tunggu Korban Jiwa
BEKASI, INDONESIA — Rentetan kejadian pohon tumbang di kawasan Jalan Narogong, Bekasi, kini menjadi sorotan serius. Peristiwa yang terus berulang dinilai bukan lagi insiden biasa, melainkan sudah masuk kategori darurat keselamatan publik.
Kejadian terbaru pada Minggu (12/04/2026) di KM 10 mempertegas kondisi tersebut. Sebuah pohon berukuran besar tumbang hingga merusak sebagian bangunan warga dan menyebabkan aliran listrik padam selama berjam-jam.
Berdasarkan informasi di lapangan, pohon tumbang terjadi secara tiba-tiba saat kondisi cuaca tidak menentu. Batang pohon yang besar menimpa area sekitar jalan hingga berdampak langsung pada permukiman warga.
Akibatnya:
- Bangunan warga mengalami kerusakan
- Akses jalan sempat terganggu
- Aliran listrik padam dalam waktu cukup lama
Peristiwa ini menambah daftar panjang kejadian serupa di sepanjang Jalan Narogong yang dikenal sebagai jalur padat kendaraan.
Jalan Narogong selama ini memang dikenal memiliki banyak pohon besar di sisi jalan. Namun, minimnya perawatan dan pemangkasan membuat sejumlah pohon menjadi rawan tumbang, terutama saat cuaca ekstrem melanda.
Kondisi ini dinilai semakin berbahaya karena:
- Jalur tersebut memiliki volume kendaraan tinggi
- Banyak aktivitas warga di sekitar lokasi
- Cuaca ekstrem belakangan semakin sering terjadi
Jika tidak segera ditangani, risiko korban jiwa dinilai sangat mungkin terjadi.
Menanggapi kejadian ini, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Wildan Fathurrahman, langsung angkat suara.
Ia mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) untuk segera mengambil langkah konkret dan tidak menunggu kejadian lebih parah.
“Peristiwa kemarin harus jadi alarm keras. Ini bukan hanya soal estetika kota, tapi menyangkut keselamatan warga. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tegasnya.
Wildan menegaskan bahwa langkah penanganan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat.
Beberapa solusi yang didorong antara lain:
- Pemangkasan rutin pohon di jalur rawan
- Perapihan cabang dan ranting yang berpotensi jatuh
- Peremajaan pohon yang sudah tua atau rapuh
- Pendataan berkala kondisi pohon di ruang publik
Menurutnya, pendekatan preventif jauh lebih penting dibanding penanganan setelah kejadian.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dinas terkait seperti DBMSDA, Dinas Lingkungan Hidup, PLN (terkait jaringan listrik)
harus bekerja secara terpadu untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan efektif.
Dalam upaya pencegahan, masyarakat juga diminta tidak pasif. Warga diimbau segera melaporkan jika menemukan pohon yang terlihat miring, lapuk, atau berpotensi tumbang.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat respons pemerintah sebelum terjadi insiden.
Kasus pohon tumbang di Jalan Narogong menjadi peringatan keras bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama.
Tanpa langkah cepat dan sistematis, kejadian serupa akan terus berulang dengan risiko yang semakin besar.
Pemerintah dituntut hadir sebelum bencana terjadi bukan setelah korban berjatuhan.
Baca Juga
Komentar