Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Dikebut, Rekayasa Lalu Lintas Berlaku Selama Pemasangan Konstruksi
BEKASI — Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di sisi selatan Stasiun Bekasi kembali dilanjutkan setelah sempat tertunda akibat kendala perizinan. Pemerintah Kota Bekasi menargetkan proyek ini dapat rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menjelaskan bahwa sebelumnya proses pembangunan terhambat karena perizinan dari Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang cukup panjang.
Setelah seluruh administrasi rampung sejak akhir tahun lalu, pengerjaan fisik kini dapat kembali dilanjutkan tanpa hambatan berarti.
Seiring dimulainya kembali proyek, pembangunan JPO kini memasuki tahap penting, yakni pemasangan konstruksi di area Stasiun Bekasi. Tahap ini menjadi krusial karena dilakukan di kawasan dengan lalu lintas padat dan aktivitas tinggi.
Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi Kota bersama Dinas Perhubungan menerapkan rekayasa lalu lintas selama empat hari, mulai 7 hingga 10 April 2026.
Rekayasa lalu lintas diberlakukan secara situasional pada malam hari, yakni pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB, guna meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat.

Selama proses pemasangan konstruksi berlangsung, sejumlah pengalihan arus diterapkan sebagai berikut:
- Arah Barat ke Timur
Kendaraan dialihkan melalui Jalan Kemakmuran, kemudian ke Jalan Hasibuan, dilanjutkan ke Jalan Kartini, dan kembali ke Jalan Ir. H. Juanda. - Arah Timur ke Barat (Kranji/Alun-alun Bekasi)
Arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan Veteran (Alun-alun), menuju Jalan Rawatembaga, lalu kembali ke Jalan Ir. H. Juanda di samping Gedung Pemerintah Kota Bekasi. - Kendaraan Besar menuju Jalan Perjuangan
Kendaraan berat seperti truk dan bus diarahkan melalui Jalan Hasibuan, kemudian ke Jalan Kartini, sebelum masuk ke Jalan Ir. H. Juanda.
Selain pengalihan arus, petugas di lapangan juga berpotensi menerapkan sistem contraflow atau buka-tutup jalur secara situasional sesuai kondisi lalu lintas.
Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan serta mengikuti arahan petugas guna menghindari kepadatan di sekitar lokasi proyek.
Pemerintah Kota Bekasi optimistis pembangunan JPO dapat diselesaikan dalam waktu dekat agar segera dimanfaatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi di kawasan Stasiun Bekasi yang dikenal padat.
Keberadaan JPO ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pejalan kaki, mengurangi potensi kecelakaan, serta mendukung penataan kawasan transportasi yang lebih tertib dan terintegrasi.
Pemerintah targetkan dalam dua sampai tiga bulan ke depan JPO ini sudah selesai dan bisa digunakan, oleh masyarakat kota bekasi.
Baca Juga
Komentar