Lawatan Diplomatik Global, Presiden Prabowo Bahas Kerja Sama dengan Arab Saudi, Hadiri KTT BRICS dan Bastille Day
Pena Insight
Jakarta, 3 Juli 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memulai rangkaian kunjungan diplomatik strategis ke tiga negara besar. Dimulai dari Arab Saudi, Prabowo dijadwalkan mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Salman untuk membahas kerja sama ekonomi, pertahanan, dan energi. Lawatan ini dilanjutkan dengan kehadiran pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di Brasil, dan diakhiri dengan kunjungan ke Prancis untuk menghadiri Bastille Day atas undangan Presiden Emmanuel Macron.
Dalam kunjungan ke Arab Saudi, Presiden Prabowo didampingi oleh delegasi terbatas dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Pertemuan dengan Raja Salman dijadwalkan membahas peningkatan kerja sama di sektor energi terbarukan, proyek investasi bilateral, serta kelanjutan program kerja sama militer yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir.
Setelah kunjungan ke Riyadh, Presiden Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Rio de Janeiro, Brasil, untuk menghadiri KTT BRICS pada 6–8 Juli 2025. Meskipun Indonesia belum menjadi anggota resmi, kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan menandai pengakuan internasional terhadap posisi strategis Indonesia dalam ekonomi global dan geopolitik kawasan Indo-Pasifik.
Dalam forum BRICS, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato mengenai pentingnya inklusivitas ekonomi global dan akses teknologi hijau bagi negara-negara berkembang. Indonesia juga disebut akan mendorong kemitraan dalam penguatan rantai pasok pangan dan kerja sama sistem pembayaran lintas negara di luar dominasi dolar AS.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan kehadiran Presiden Prabowo pada perayaan Bastille Day di Paris, 14 Juli 2025. Indonesia secara khusus diundang oleh Presiden Emmanuel Macron, dan dalam upacara tersebut, kontingen TNI dijadwalkan turut serta dalam defile militer bersama pasukan dari negara-negara mitra strategis Prancis.
Keikutsertaan pasukan TNI dalam Bastille Day bukan hanya simbolik. Ini merupakan bagian dari strategi diplomasi pertahanan Indonesia yang mendorong penguatan kerja sama militer dengan negara-negara Eropa, serta menunjukkan kesiapan dan profesionalisme TNI di mata dunia.
Lawatan ke Arab Saudi, Brasil, dan Prancis dalam satu rangkaian menunjukkan pendekatan Prabowo yang mengedepankan diplomasi aktif dan non-blok. Dengan menjaga keseimbangan hubungan antara blok Barat dan negara-negara Global South, Indonesia berupaya memperkuat posisinya sebagai negara netral yang berpengaruh.
Sejumlah pengamat menilai bahwa lawatan ini juga memiliki dimensi domestik. Keterlibatan dalam forum global seperti BRICS dan Bastille Day bisa menjadi sarana untuk membangun legitimasi kepemimpinan di mata publik dan mempertegas orientasi politik luar negeri Indonesia di bawah pemerintahan baru.
Kritik juga muncul agar agenda kunjungan luar negeri ini tidak berhenti pada simbolisme atau retorika diplomatik. Pemerintah perlu menunjukkan hasil konkret dari pertemuan bilateral dan multilateral tersebut, terutama dalam bentuk kerja sama yang berdampak langsung pada ekonomi nasional, kesejahteraan rakyat, dan stabilitas regional.
Rangkaian kunjungan Presiden Prabowo ke tiga benua dalam waktu singkat menunjukkan arah kebijakan luar negeri yang agresif namun terukur. Tantangan ke depan adalah menjaga kesinambungan hasil diplomasi agar selaras dengan kepentingan nasional dan tetap dalam koridor politik bebas aktif yang telah menjadi dasar kebijakan luar negeri Indonesia sejak awal kemerdekaan.
Baca Juga
Komentar