Kinerja Emiten Danantara Anjlok di Semester I-2025
Pena Insight
Jakarta, 11 Agustus 2025 — Mayoritas emiten pelat merah yang berada di bawah payung BPI Danantara mencatat penurunan kinerja drastis pada semester pertama tahun ini. Dari total 27 emiten, sebanyak 22 perusahaan melaporkan penurunan laba bersih, termasuk beberapa yang membukukan lonjakan rugi signifikan.
Hanya empat emiten yang berhasil mempertahankan pertumbuhan laba bersih. Hal ini mencerminkan tekanan fundamental pada korporasi pelat merah, meski kondisi makro menunjukkan sinyal pemulihan konsumsi dan kredit.
Misalnya, sektor perbankan seperti BBRI dan BBNI, meski mencatat pertumbuhan pendapatan BBRI naik 3,39 % YoY ke Rp 115,35 triliun; BBNI naik 3,32 % YoY ke Rp 39,94 triliun tetap tertekan oleh marjin melorot. Laba bersih BBRI turun 11,53 % menjadi Rp 26,3 triliun; BBNI menurun 5 % menjadi Rp 10,1 triliun.
Sektor energi dan komoditas juga tidak lepas dari tekanan. PTBA mencatat kenaikan pendapatan 4,12 %, dan PGEO tumbuh 0,53 % YoY. Namun laba kedua emiten ini menurun tajam, masing-masing sebesar 59,02 % dan 28,37 % YoY.
Ekonom Panin Sekuritas, Felix Darmawan, menyatakan bahwa margin tergerus dan perlambatan pertumbuhan kredit turut menjadi faktor utama yang membebani emiten Himbara.
Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, mencatat hanya tiga emiten dari indeks BUMN20 yang mencetak keuntungan: AGRO (+64,5 % YoY), BJTM (+30,6 % YoY), dan MTEL (+2,9 % YoY). Emiten lainnya mengalami penurunan atau stagnasi, dipicu biaya kredit meningkat, melambatnya kredit, rendahnya permintaan konstruksi, dan ARPU TLKM turun 7,4 % YoY.
Dampaknya terasa pula di pasar saham. Indeks BUMN20 hanya tumbuh 0,38 % sepanjang tahun (YTD), jauh di bawah IHSG yang mencapai kenaikan 6,41 % YTD.
Meski banyak emiten BUMN diperdagangkan pada valuasi menarik (PBV historis rendah), investor masih meragukan prospek jangka pendek karena sentimen belum membaik secara menyeluruh .
Baca Juga
Komentar