IHSG Melejit 1,21% Hari ini, Saham BRPT hingga INKP Pimpin Reli, Ini Rekomendasi Saham 4 Mei 2026
JAKARTA – Perdagangan awal pekan dibuka dengan sentimen positif di pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung melesat tajam pada sesi pembukaan Senin (4/5/2026), mencerminkan optimisme investor di tengah dinamika global yang masih bergejolak.
Pada pukul 09.13 WIB, IHSG tercatat menguat 84,395 poin atau naik 1,21% ke level 7.041,199. Penguatan ini sekaligus menandai rebound signifikan setelah tekanan yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya.
Kenaikan IHSG kali ini didorong oleh mayoritas sektor yang bergerak di zona hijau, dengan sektor barang baku menjadi motor utama penguatan.
Sektor Barang Baku Pimpin Lonjakan
Penguatan paling agresif datang dari sektor barang baku yang melonjak hingga 2,89%. Kinerja sektor ini mencerminkan optimisme terhadap permintaan komoditas global serta sentimen positif dari ekspansi manufaktur, khususnya dari China.
Selain itu, sektor infrastruktur, barang konsumen non-primer, serta properti dan real estate juga turut menopang kenaikan indeks. Pergerakan ini menunjukkan adanya rotasi sektor yang cukup sehat di pasar.
Disusul kemudian oleh sektor perindustrian, barang konsumen primer, dan energi yang ikut bergerak naik, meski dengan penguatan lebih moderat.
Namun tidak semua sektor berada di jalur positif. Sektor teknologi justru mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan sebesar 1,48%, diikuti sektor transportasi dan logistik, kesehatan, serta keuangan.
BRPT hingga CPIN Jadi Bintang LQ45
Di jajaran saham unggulan LQ45, sejumlah emiten mencatatkan kinerja impresif dan menjadi pendorong utama penguatan IHSG.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan signifikan sebesar 9,54%. Kenaikan ini diduga dipicu oleh sentimen positif dari sektor energi dan petrokimia.
Selanjutnya, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menguat 3,86%, didorong oleh prospek industri pulp dan kertas yang kembali membaik seiring peningkatan permintaan global.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga mencatatkan kenaikan 3,49%, seiring ekspektasi pertumbuhan sektor konsumsi domestik.
Di sisi lain, tekanan justru terjadi pada beberapa saham besar. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi top loser dengan penurunan 5,56%, disusul PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang turun 5,39%, serta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang melemah 1,8%.
Sentimen Global Masih Campuran
Pergerakan IHSG tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang masih beragam. Salah satu faktor utama adalah keputusan bank sentral Amerika Serikat yang menahan suku bunga di kisaran 3,5%–3,75%.
Kebijakan ini memberikan ruang bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk tetap menarik aliran dana asing.
Namun di sisi lain, ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian serius. Penolakan Amerika Serikat terhadap proposal Iran terkait pembukaan Selat Hormuz serta berlanjutnya blokade laut menciptakan ketidakpastian di pasar energi global.
Selain itu, tekanan geopolitik juga datang dari konflik Rusia-Ukraina, di mana mantan Presiden AS Donald Trump kembali menyerukan penghentian perang sekaligus menolak keterlibatan Rusia dalam isu nuklir Iran.
Kombinasi faktor ini membuat investor tetap berhati-hati, meski sentimen domestik cenderung positif.
Kinerja Emiten Jadi Penopang
Dari sisi fundamental, laporan kinerja emiten kuartal pertama 2026 turut memberikan dorongan bagi pasar.
Sejumlah emiten besar mencatatkan pertumbuhan laba yang solid. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 13% secara tahunan (YoY). Sementara PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan lonjakan laba hingga 100% YoY.
Kinerja positif juga datang dari PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang tumbuh 14%, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) naik 7%, serta PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang melonjak 123%.
Namun tidak semua emiten mencatatkan hasil positif. PT Astra International Tbk (ASII) mengalami penurunan laba sebesar 21%, sementara PT United Tractors Tbk (UNTR) bahkan anjlok hingga 80%.
Perbedaan kinerja ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat selektif dalam merespons saham berdasarkan fundamental masing-masing emiten.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di tengah volatilitas pasar, sejumlah analis merekomendasikan beberapa saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini.
Saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) direkomendasikan buy dengan entry price di level 1.905, target price 1.960, dan stop loss di 1.885.
Selanjutnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga masuk dalam daftar rekomendasi buy dengan entry di 6.850, target 7.050, serta stop loss di 6.750.
Sementara itu, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) direkomendasikan buy pada level 26.650 dengan target 27.450 dan stop loss di 26.250.
Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal jangka pendek dengan mempertimbangkan momentum harga dan volume perdagangan.
Dividen dan Aksi Korporasi Jadi Sorotan
Selain kinerja keuangan, perhatian investor juga tertuju pada aksi korporasi dan pembagian dividen.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menawarkan dividend yield sebesar 8,5%, sementara Bank BJB (BJBR) bahkan mencapai 9,8%. Angka ini cukup menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif.
Di sisi lain, sejumlah aksi korporasi juga terjadi, seperti pembelian saham pengendali sebesar 45% di SONA senilai Rp206 miliar serta penjualan saham SSMS sebesar 2,59%.
Langkah-langkah ini menunjukkan dinamika pergerakan modal yang tetap aktif di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Prospek IHSG ke Depan
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang beragam, pergerakan IHSG ke depan diperkirakan akan tetap volatil.
Namun, adanya dukungan dari kinerja emiten yang solid, likuiditas pasar yang terjaga, serta stabilitas makroekonomi Indonesia memberikan fondasi kuat bagi penguatan jangka menengah.
Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham, dengan fokus pada emiten yang memiliki fundamental kuat serta prospek bisnis yang jelas.
Disclaimer
Investasi saham memiliki risiko, termasuk potensi kerugian. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Analisis yang disajikan bersifat informasi dan tidak menjamin hasil di masa depan.
Baca Juga
Komentar