Gubernur Dedi Mulyadi Ingatkan: Jangan Lampiaskan Amarah dengan Merusak Fasilitas Publik, Rakyat Kecil yang Paling Rugi!
Pena Insight
Bandung, 31 Agustus 2025 – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau masyarakat agar tidak melampiaskan kemarahan dan kekecewaan dengan tindakan anarkis seperti merusak atau membakar fasilitas publik, termasuk gedung DPRD.
Menurutnya, aksi semacam itu justru tidak memberi dampak apa pun kepada para pejabat yang tetap menerima penghasilan mereka. Sebaliknya, kerusakan yang ditimbulkan akan membebani rakyat kecil, karena biaya renovasi dan perbaikan diambil dari anggaran daerah. Dana yang seharusnya digunakan untuk membangun rumah rakyat miskin, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur, akhirnya tersedot untuk memperbaiki fasilitas yang dirusak.
Dedi juga mengingatkan, kerusuhan hanya akan menimbulkan rasa cemas di masyarakat. Toko-toko dan warung terpaksa tutup, pabrik berhenti beroperasi, dan akhirnya yang paling dirugikan adalah rakyat kecil (Masyarakat) yang menggantungkan hidup dari roda perekonomian sehari-hari.
Lebih jauh, Gubernur menegaskan bahwa situasi tidak kondusif akan berdampak langsung pada masyarakat pekerja. Pengemudi ojek online kehilangan penumpang, pedagang kehilangan pembeli, hingga layanan pesan antar makanan berkurang drastis.
“Orang-orang kaya bisa pergi ke luar negeri dan hidup tenang di sana. Tapi kita, rakyat kecil, yang akan semakin menderita karena pengangguran meningkat dan pendapatan menurun,” ucap Dedi.
Dedi Mulyadi pun meminta semua pihak yang mengorganisir kerusuhan dan pembakaran untuk menghentikan aksinya. Negara rugi, rakyat rugi, dan penderitaan rakyat kecil semakin berat.
Ia menutup pernyataannya dengan ajakan menahan diri. “Marah boleh, kecewa boleh, tapi jangan sampai melampiaskannya dengan tindakan yang merugikan kita sendiri. Mari bersama-sama menjaga kondusivitas agar pembangunan terus berjalan dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” tegasnya.
Baca Juga
Komentar