Dua WN Liberia Ditangkap di Jakbar, Tipu WNA Korea dengan Modus “Black Dollar”
Pelaku gunakan cairan kimia untuk meyakinkan korban uang palsu bisa jadi dolar asli
JAKARTA – Aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus “black dollar” yang melibatkan dua warga negara asing asal Liberia di wilayah Jakarta Barat. Kedua tersangka kini telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum.
Kasubbidpenmas Bidhumas Polda Metro Jaya, Kompol Andaru Rahutomo, mengungkapkan bahwa penangkapan dilakukan setelah adanya laporan dari seorang korban yang juga merupakan warga negara asing asal Korea.
“Yang bersangkutan diamankan karena melakukan tindak pidana penipuan terhadap seorang warga negara asing dari Korea dengan modus black dollar,” ujar Andaru di Gedung Bidhumas Polda Metro Jaya, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, kedua tersangka telah ditahan sejak 18 Maret 2026 oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat. Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing pelaku serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.
Dalam aksinya, para pelaku meyakinkan korban bahwa uang “black dollar” dapat diubah menjadi dolar asli menggunakan cairan kimia tertentu. Untuk memperkuat tipu daya, mereka menunjukkan proses seolah-olah perubahan uang tersebut benar-benar terjadi.
“Dari barang bukti, ada satu botol cairan yang menurut tersangka digunakan sebagai sarana untuk menipu korban. Cairan itu dipakai untuk memanipulasi korban agar percaya,” jelas Andaru.
Selain cairan tersebut, polisi juga mengamankan sejumlah koper dan brankas yang diduga digunakan dalam praktik penipuan. Namun, detail lebih lanjut terkait konstruksi perkara masih dalam tahap penyidikan.
Kasus ini sendiri dilaporkan ke polisi pada 8 Maret 2026. Sementara peristiwa penipuan diduga terjadi dalam rentang waktu September hingga Desember 2025. Korban baru menyadari telah tertipu setelah beberapa waktu dan kemudian melaporkan kejadian tersebut.
Kedua pelaku diketahui ditangkap di sebuah restoran Korea di wilayah Jakarta Selatan. Hingga saat ini, baru satu korban yang melapor, sementara total kerugian masih dalam proses penghitungan oleh penyidik.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini dan membuka kemungkinan adanya korban lain. Masyarakat pun diimbau untuk waspada terhadap modus penipuan serupa yang menjanjikan keuntungan instan dengan cara tidak masuk akal.
Baca Juga
Komentar