DPRD Kota Bekasi Soroti Jalan Rusak di Alinda sampai Marakash
Pena Insight
Kota Bekasi 6 Agustus 2025 – Kerusakan jalan yang parah di kawasan Perumahan Alinda Kencana dan Taman Marakash, Bekasi Utara, masih menjadi keluhan utama warga. Memasuki awal Agustus 2025, belum ada tanda-tanda perbaikan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, padahal kondisi ini telah lama mengganggu aktivitas dan membahayakan keselamatan warga.
Menanggapi hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menyoroti akar masalah yang diduga menjadi penyebab utama penundaan perbaikan, yaitu lambatnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk sektor infrastruktur.
Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Bapak Latu Har Hary, S.Sn, menegaskan bahwa persoalan ini berkaitan langsung Lambatnya dengan realisasi Penyerapan Anggaran yang belum optimal. Menurutnya, dana untuk perbaikan infrastruktur sebenarnya telah dialokasikan, namun belum juga digunakan.
“Realisasi anggaran infrastruktur hingga saat ini memang belum terserap secara optimal,” ujar Bapak Latu Har Hary, S.Sn saat dikonfirmasi pada Selasa (5/8/2025).
Ia menilai hal ini menjadi tantangan bagi kepemimpinan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang kinerjanya diukur dari kemampuan merealisasikan program pro-rakyat. "Masyarakat menunggu realisasi anggaran tahun 2025. Kami mendorong agar Wali Kota segera merealisasikan penyerapan anggaran tersebut," lanjutnya.
Bapak Latu Har Hary, S.Sn menjelaskan bahwa DPRD, melalui fungsi pengawasannya, telah mengambil langkah proaktif. Pihaknya telah mendesak dinas teknis yang bertanggung jawab untuk segera bertindak.
“Komisi II sudah meminta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) untuk segera melakukan penyerapan anggaran. Sekarang tinggal melihat keseriusan Wali Kota dalam mendorong realisasi APBD 2025,” tegasnya.

DPRD berkomitmen untuk terus mengawal isu perbaikan jalan di Bekasi ini agar Pemkot tidak lagi menunda program yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.
Kondisi jalan yang rusak di Alinda dan Marakash bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, tetapi sudah menyangkut keselamatan apalagi mendekati musim penghujan. Lubang-lubang yang menganga, ditambah minimnya penerangan jalan umum (PJU) di malam hari, meningkatkan risiko kecelakaan pengguna jalan.
Saat hujan turun, situasi menjadi lebih berbahaya. Lubang yang tak terlihat karena tergenang air kerap menjadi "perangkap" bagi pengendara, khususnya pengguna sepeda motor. Warga berharap perbaikan segera dilakukan agar akses transportasi kembali lancar dan aman.
Kini, masyarakat Bekasi menanti langkah konkret dari Pemkot. Harapan besar disandarkan pada sinergi antara DPRD, Wali Kota, dan Dinas BMSDA agar janji infrastruktur Kota Bekasi yang lebih baik dapat benar-benar terealisasi di sisa tahun anggaran 2025. (Adv)
Baca Juga
Komentar