Bhabinkamtibmas Jakasampurna Bangun Kemitraan Kamtibmas Berbasis Keagamaan
Pena Insight
Bekasi, 30 Juli 2025 — Dalam iklim sosial perkotaan yang terus berubah, pendekatan kepolisian berbasis kemitraan menjadi salah satu strategi kunci menjaga stabilitas wilayah. Hal inilah yang diterapkan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Jakasampurna, Aiptu Sulistanto, saat melaksanakan patroli dan sosialisasi kamtibmas ke Kantor DKM Masjid Al Salam bersama Babinsa Peltu Romi, Selasa siang (29/7), di kawasan Jatiluhur Raya, Kecamatan Bekasi Barat.
Dimulai sejak pukul 12.30 WIB, kegiatan ini tidak hanya sebatas sambang wilayah, tetapi juga memperkuat jaringan komunikasi antara kepolisian, TNI, dan tokoh agama. Disambut oleh para pengurus DKM—Bapak Saifannori, Nur, Eka, dan Dodi—Aiptu Sulistanto memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan pesan-pesan strategis terkait keamanan lingkungan, khususnya yang menyasar potensi gangguan di sekitar rumah ibadah.
Dalam dialog hangat yang berlangsung santai namun bermakna, Bhabinkamtibmas menekankan beberapa isu utama seperti antisipasi kejahatan 3C (curas, curat, curanmor), pencegahan tawuran remaja, hingga maraknya judi online dan pinjaman daring ilegal. Ia mengajak para pengurus masjid untuk turut aktif menjadi mata dan telinga kepolisian dalam menjaga ketertiban di wilayah masing-masing.
Tak hanya mengedepankan aspek pengamanan fisik, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa masjid sebagai pusat peradaban umat memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran kolektif warga terhadap bahaya sosial yang mengintai—mulai dari kriminalitas jalanan hingga ancaman digital seperti pinjol ilegal.
Kehadiran Babinsa Peltu Romi dalam kegiatan ini turut memperkuat kesan solidnya sinergi TNI-Polri di wilayah. Bagi warga, ini menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan keamanan tak melulu bersifat represif, tapi juga preventif dan edukatif. Terlebih, penyampaian dilakukan dengan bahasa yang dekat dengan keseharian warga dan mengedepankan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan sambang ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan wilayah bukanlah tugas tunggal aparat, melainkan hasil kolaborasi antarelemen masyarakat, termasuk tokoh agama. Kolaborasi ini penting, apalagi di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan sosial dan kriminalitas berbasis teknologi.
Menurut para pengurus DKM, kehadiran langsung aparat seperti ini sangat dibutuhkan, terutama dalam menghadirkan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran jamaah terhadap pentingnya ketertiban lingkungan. Mereka menyambut positif inisiatif kepolisian yang turun langsung dan membuka ruang dialog dua arah dengan warga.
Dari sisi institusi kepolisian, kegiatan ini juga mencerminkan penerapan Polri Presisi secara nyata di lapangan. Bhabinkamtibmas tidak lagi diposisikan sekadar pengawas, tetapi sebagai fasilitator sosial yang membangun jejaring harmonis antara keamanan dan kepercayaan masyarakat.
Dengan semangat silaturahmi dan edukasi yang dibawa dalam patroli ini, kehadiran Polsek Bekasi Barat di tengah-tengah komunitas agama tidak hanya menambah legitimasi sosial, tetapi juga memperkuat sistem keamanan berbasis kewilayahan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar