Banjir Kembali Kepung Bekasi, Tri Adhianto Siapkan Anggaran Rp5 Miliar dan Perintahkan Gerak Cepat Jajaran Pemkot
KOTA BEKASI — Hujan deras yang turun secara berturut-turut dalam beberapa hari terakhir kembali menguji kesiapan Kota Bekasi menghadapi bencana banjir. Sejumlah wilayah dilaporkan terendam, memaksa Pemerintah Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat langkah penanganan darurat. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat memimpin Apel Senin Pagi di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (19/01/2026).
Di hadapan Wakil Wali Kota Harris Bobihoe serta seluruh jajaran aparatur Pemkot Bekasi, Tri Adhianto menyampaikan laporan terkini titik-titik banjir yang terjadi akibat intensitas hujan tinggi dan derasnya arus air kiriman.
“Banjir terjadi di beberapa titik Kota Bekasi seperti Rawalumbu, Aren Jaya, Bekasi Utara, Duren Jaya, serta sejumlah wilayah perbatasan dengan Kabupaten Bekasi. Kelurahan Aren Jaya yang selama enam tahun terakhir tidak mengalami banjir kembali terdampak akibat derasnya arus air. Selain itu, di Duren Jaya juga ditemukan beberapa indikasi kebocoran drainase,” ungkap Tri.
Pernyataan tersebut menandai bahwa persoalan banjir di Bekasi belum sepenuhnya selesai, meskipun berbagai program normalisasi dan perbaikan drainase telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Aren Jaya Kembali Terendam Setelah Enam Tahun Bebas Banjir
Salah satu sorotan utama dalam laporan Wali Kota adalah Kelurahan Aren Jaya. Wilayah ini sebelumnya dikenal relatif aman dari banjir selama enam tahun terakhir. Namun hujan ekstrem yang terjadi kali ini membuat kawasan tersebut kembali tergenang.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru bagi warga setempat. Banyak di antara mereka mengaku terkejut karena selama bertahun-tahun tidak pernah mengalami banjir lagi.
“Biasanya Aren Jaya sudah jarang banjir. Tapi kali ini air masuk lagi. Semoga segera ditangani,” ujar seorang warga setempat.
Selain Aren Jaya, Rawalumbu, Bekasi Utara, dan Duren Jaya juga masuk dalam daftar wilayah terdampak. Di Duren Jaya, Pemkot menemukan indikasi kebocoran saluran drainase yang memperparah genangan air.
Instruksi Gerak Cepat Lintas Dinas
Menanggapi situasi tersebut, Tri Adhianto meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk bergerak cepat dan tidak menunggu kondisi memburuk. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar penanganan banjir berjalan efektif, mulai dari pemantauan lapangan, pendataan titik rawan, hingga perbaikan saluran air yang rusak.
Ia menekankan bahwa respon cepat sangat penting untuk meminimalisir dampak terhadap warga, terutama di kawasan padat penduduk.
“Seluruh perangkat daerah harus sigap. Lakukan pemantauan, pastikan saluran air berfungsi, dan segera tindaklanjuti titik-titik rawan banjir,” tegas Tri.
BPBD Kota Bekasi bersama Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) disebut sudah dikerahkan untuk melakukan inspeksi lapangan serta menyiapkan langkah teknis perbaikan.
Anggaran Rp5 Miliar Disiapkan
Dalam amanatnya, Wali Kota Bekasi juga mengumumkan bahwa Pemkot telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk menangani penyebab banjir, khususnya perbaikan kebocoran drainase di sejumlah titik.
Anggaran ini akan difokuskan pada pekerjaan teknis yang bersifat mendesak, termasuk perbaikan saluran rusak, peningkatan kapasitas drainase, serta normalisasi aliran air di wilayah rawan genangan.
“Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk menangani penyebab banjir, seperti kebocoran drainase yang terjadi di beberapa titik,” jelas Tri.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Pemkot tidak hanya melakukan penanganan darurat, tetapi juga mulai menyiapkan solusi struktural untuk mencegah banjir berulang.
Peran Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan
Selain langkah teknis, Tri Adhianto juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan. Ia mengingatkan bahwa kebersihan saluran air dan disiplin tidak membuang sampah sembarangan merupakan faktor krusial dalam pencegahan banjir jangka panjang.
Menurutnya, sebaik apa pun infrastruktur drainase, akan tetap bermasalah jika masyarakat tidak ikut menjaga kebersihannya.
“Kesadaran bersama sangat penting. Saluran air yang bersih dan lingkungan yang terjaga akan sangat membantu mencegah banjir,” ujarnya.
Ajakan ini sejalan dengan program edukasi lingkungan yang selama ini digencarkan Pemkot Bekasi melalui berbagai kampanye kebersihan dan gerakan gotong royong.
Apel Pagi Sekaligus Penyerahan Penghargaan
Apel Senin Pagi tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Wali Kota Bekasi kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi. Penghargaan diberikan atas Bantuan Hukum Non Litigasi dan Pendampingan Hukum dalam Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Tahun 2025 terhadap Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi.
Momentum ini menunjukkan bahwa selain fokus pada penanganan banjir, Pemkot Bekasi juga terus memperkuat tata kelola pemerintahan, khususnya dalam aspek hukum dan administrasi negara.
Komitmen Pemkot Hadapi Musim Hujan
Melalui apel ini, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang menjadi ancaman rutin setiap musim hujan.
Koordinasi antarperangkat daerah, dukungan anggaran, perbaikan infrastruktur, serta peningkatan partisipasi masyarakat menjadi pilar utama strategi pengendalian banjir Kota Bekasi.
Pengamat kebencanaan perkotaan menilai, tantangan utama Bekasi saat ini adalah memperkuat sistem drainase yang sudah tua di beberapa wilayah, sekaligus menyesuaikan kapasitas saluran dengan pertumbuhan kawasan permukiman yang terus meningkat.
Harapan Warga: Respon Cepat, Solusi Nyata
Bagi warga di wilayah terdampak, pernyataan dan instruksi Wali Kota menjadi harapan baru. Mereka berharap langkah yang diumumkan tidak berhenti pada rapat dan apel semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.
“Yang penting cepat dikerjakan. Jangan sampai tiap hujan deras kami selalu waswas,” kata seorang warga Rawalumbu.
Kini perhatian publik tertuju pada implementasi anggaran Rp5 miliar tersebut. Jika digunakan tepat sasaran, perbaikan drainase dan normalisasi saluran air diyakini mampu mengurangi risiko banjir berulang di berbagai titik Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar