3 Fakta HUT Kota Bekasi Hari Ini, Wawali Susur Kali dan Tanam Pohon, Aksi Peduli Lingkungan Jadi Sorotan
KOTA BEKASI – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi dimanfaatkan Pemerintah Kota untuk memperkuat kepedulian lingkungan melalui aksi nyata. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turun langsung dalam kegiatan susur sungai, bersih-bersih Kali Bekasi, serta penanaman pohon di bantaran sungai, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Basecamp Pasukan Katak, Delta Pekayon ini tidak hanya menjadi bagian dari seremoni perayaan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah bersama masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan perkotaan.
Kegiatan susur sungai dan bersih-bersih Kali Bekasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga komunitas masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DPRD Kota Bekasi, unsur TNI dari Kodim 0507/Bekasi, serta jajaran Polres Metro Bekasi Kota.
Selain itu, turut hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta para camat dan lurah se-Kota Bekasi. Keterlibatan berbagai elemen ini menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Tak kalah penting, partisipasi komunitas seperti Pasukan Katak dan komunitas peduli Sungai Cileungsi-Cikeas juga menjadi bagian penting dalam aksi tersebut. Kehadiran mereka memperkuat gerakan kolektif dalam menjaga ekosistem sungai.

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup, khususnya kawasan sungai yang memiliki peran strategis.
“Hari ini kita bersama-sama hadir pada kegiatan susur sungai, bersih-bersih kali, dan juga penanaman pohon sebagai wujud sinergitas dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus menjadi titik awal perubahan pola pikir masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.
“Kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya sebagai bagian dari peringatan hari jadi kota, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap muncul kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Wakil Wali Kota juga menyoroti pentingnya Kali Bekasi sebagai bagian dari identitas kota. Ia menyebut sungai tersebut tidak hanya memiliki fungsi ekologis, tetapi juga nilai historis yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
“Kali Bekasi bukan hanya sekadar aliran air yang melintasi kota ini. Sungai ini merupakan bagian dari sejarah, ekosistem, dan kehidupan masyarakat Kota Bekasi,” tegasnya.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan kelestarian sungai menjadi tanggung jawab bersama yang tidak bisa diabaikan.
Selain aksi bersih-bersih sungai, kegiatan ini juga diisi dengan penanaman pohon di bantaran Kali Bekasi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah potensi bencana lingkungan seperti banjir.
Penanaman pohon dinilai penting dalam memperkuat struktur tanah di sekitar bantaran sungai serta meningkatkan daya serap air. Hal ini menjadi salah satu strategi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris Bobihoe juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kegiatan ini sebagai awal dari perubahan budaya hidup bersih.
“Mari kita jadikan kegiatan pembersihan kali dari sampah ini sebagai momentum untuk membangun budaya bersih dan kepedulian lingkungan di Kota Bekasi,” katanya.
Ia menekankan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, termasuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar dan tidak membuang sampah sembarangan.
Pemerintah Kota Bekasi berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas lingkungan hidup di wilayah perkotaan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, upaya menjaga kebersihan lingkungan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Kota Bekasi yang lebih sehat, indah, dan bebas dari banjir,” tutupnya.
Kegiatan susur sungai, bersih-bersih Kali Bekasi, dan penanaman pohon yang digelar dalam rangka HUT ke-29 Kota Bekasi menjadi simbol kuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen, Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi kota yang tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar