Wali Kota Bekasi Hadiri Wisuda Sekolah Lansia 2025, Komitmen Nyata Tingkatkan Kualitas Hidup di Usia Senja
Pena Insight
Kota Bekasi 19 Juli 2025 - Sebanyak 404 lansia dari lima sekolah lansia resmi di Kota Bekasi mengikuti prosesi wisuda pada Jumat, 18 Juli 2025 di Balai Patriot, Kota Bekasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Sekolah Lansia, yang digagas Pemerintah Kota sebagai bentuk peningkatan kualitas hidup para warga senior.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada para lansia yang telah menunjukkan semangat belajar luar biasa. Ia menegaskan bahwa pembelajaran di usia lanjut adalah manifestasi semangat hidup dan keberdayaan sosial.
"Semangat belajar para orang tua kita ini membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk bertumbuh," ujarnya penuh haru.
Tri menyebut sekolah lansia bukan sekadar institusi pembelajaran, tetapi simbol penghormatan dan pemberdayaan. Ia menyoroti pentingnya ruang-ruang seperti ini untuk membangun kemandirian emosional dan mental para lansia di tengah tantangan populasi menua.
Dalam pernyataan lanjutan, Tri berharap keberhasilan sekolah lansia ini bisa menular ke generasi muda. Ia mengajak masyarakat untuk melihat belajar sebagai proses berkelanjutan yang tidak mengenal kata pensiun.

Langkah Pemerintah Kota Bekasi dinilai sebagai bentuk kepemimpinan sosial yang berbasis inklusi dan kesetaraan hak warga negara, tak terkecuali lansia. Melalui pendekatan ini, Bekasi menempatkan lansia sebagai subjek, bukan objek pembangunan.
Pemilihan Balai Patriot sebagai lokasi acara dinilai tepat karena memiliki nilai historis dan simbolik yang kuat. Wisuda berlangsung khidmat dan menyentuh, dengan kehadiran keluarga para lansia yang menambah atmosfer haru dan kebanggaan.
Program Sekolah Lansia juga selaras dengan visi Kota Bekasi menuju smart city humanis, di mana teknologi dan nilai sosial berjalan berdampingan. Ke depan, kebijakan inklusi lansia diharapkan bisa masuk ke dalam perencanaan kota berkelanjutan (urban aging strategy).
Efek positif dari program ini tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh lingkungan keluarga dan komunitas. Lansia yang aktif cenderung memiliki kesehatan mental dan fisik lebih baik, serta menjadi inspirasi di lingkungannya.
Keberhasilan acara ini membuka peluang untuk melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk LSM, sektor pendidikan, dan swasta dalam mendukung pengembangan sekolah lansia di wilayah lain.
Kota Bekasi menunjukkan bahwa program pendidikan non-formal bagi lansia bukan hanya mungkin, tetapi juga strategis dan berdampak luas. Dengan pendekatan yang tepat, kota lain di Indonesia dapat mereplikasi inisiatif ini sebagai bagian dari reformasi kebijakan sosial jangka panjang.
Baca Juga
Komentar