Wali Kota Bekasi dan Forkopimda Bersihkan Danau Duta dan Tertibkan Bangunan Liar
Bekasi — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bekasi turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Danau Duta Harapan, Kota Bekasi. Kegiatan ini dilaksanakan serentak dan menjadi bagian dari gerakan nasional menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia.
Aksi bersih lingkungan tersebut tidak hanya terpusat di Danau Duta Harapan, tetapi juga dilakukan secara bersamaan di seluruh kecamatan di Kota Bekasi. Pemerintah kecamatan dan kelurahan bergerak bersama aparat TNI dan Polri untuk menata lingkungan di wilayah masing-masing.
“Ini bagian dari perintah Bapak Presiden. Seluruh aparatur, Polri, dan TNI harus memberikan contoh dan keteladanan dalam menjaga kebersihan wilayah, terutama kawasan yang memiliki potensi destinasi wisata,” ujar Tri Adhianto di sela kegiatan.
Danau Duta Harapan dipilih sebagai role model tingkat kota dalam gerakan kebersihan terpadu. Namun, pada waktu yang sama, seluruh wilayah Kota Bekasi juga diminta melakukan aksi serupa agar dampaknya terasa merata.
Di tingkat kecamatan, jajaran pemerintah wilayah bergabung dengan Kapolsek dan Danramil. Sementara di tingkat kelurahan, aparatur bekerja bersama Bhabinsa dan petugas ketenteraman masyarakat. Seluruh unsur ini bergerak menata ruang publik dan lingkungan sekitar.
Penataan difokuskan pada elemen-elemen yang dinilai mengganggu wajah kota, seperti bendera, baliho, spanduk, hingga kabel-kabel yang terpasang semrawut di ruang publik.
“Semua yang tidak terlihat rapi di jalan harus segera disegerakan penataannya. Ini bukan hanya soal keindahan, tetapi juga menyangkut keamanan masyarakat,” tegas Tri.

Gerakan kebersihan juga menyasar fasilitas pelayanan publik. Puskesmas dan sekolah-sekolah diinstruksikan membersihkan lingkungan kerja masing-masing, baik di dalam area fasilitas maupun di lingkungan sekitarnya.
Menurut Tri Adhianto, gerakan ini dirancang sebagai aksi berkelanjutan, bukan kegiatan sesaat. Pemerintah Kota Bekasi ingin membangun budaya bersih yang melekat pada aparatur dan masyarakat.
“Kami berharap ini menjadi semangat, spirit, dan jiwa. Bahwa kita benar-benar cinta kebersihan dan tidak ingin ada wilayah yang kumuh atau mengalami overload,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci agar lingkungan kota tetap terjaga.
“Kita masih melihat tumpukan sampah liar dan sungai yang dijadikan tempat pembuangan. Kalau buang sampah sembarangan, pekerjaan aparatur menjadi dua kali lipat,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Bekasi terus memperkuat sistem pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan, termasuk optimalisasi peran RT dan RW yang kini telah memiliki dukungan anggaran untuk pengelolaan sampah di wilayahnya.
Gerakan bersih-bersih ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat citra Kota Bekasi, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun tamu yang datang.
“Kota yang bersih adalah cerminan kesadaran bersama. Ini tanggung jawab kita semua,” pungkas Tri Adhianto.
Baca Juga
Komentar