Wakapolri Resmikan Masjid Panggilan Sujud dan Santuni 25 Anak Yatim di Lembang
Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sespim Lemdiklat Polri menjadi simbol penguatan spiritualitas, kepedulian sosial, dan pengabdian Polri kepada masyarakat.
LEMBANG – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri diwarnai dengan peresmian revitalisasi Masjid Panggilan Sujud serta penyerahan santunan kepada 25 anak yatim di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (2/7/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat.
Selain meresmikan masjid, Wakapolri menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim dari wilayah sekitar Sespim Lemdiklat Polri yang selama ini mendapatkan pembinaan melalui pengajian Yayasan Al-Khoiriyah.
Dalam sambutannya, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa revitalisasi Masjid Panggilan Sujud bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan, kepedulian sosial, dan pembentukan karakter.
"Masjid harus menjadi tempat yang memakmurkan umat. Bukan hanya tempat bersujud kepada Allah SWT, tetapi juga tempat tumbuhnya ilmu, akhlak, kepedulian, dan kasih sayang kepada sesama. Dari masjid inilah kita berharap lahir insan-insan Bhayangkara yang berintegritas serta masyarakat yang saling menguatkan," ujar Wakapolri.
Menurutnya, memuliakan anak yatim merupakan bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.
"Peresmian masjid akan semakin bermakna apabila diiringi dengan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Kehadiran anak-anak yatim menjadi pengingat agar setiap amanah jabatan dan pengabdian selalu dilandasi empati, keikhlasan, dan rasa syukur," katanya.
Sebanyak 25 anak yatim penerima santunan berasal dari lima wilayah Rukun Warga (RW) di sekitar kawasan Sespim Lemdiklat Polri. Mereka selama ini mengikuti pembinaan keagamaan melalui Yayasan Al-Khoiriyah yang berdiri sejak 2019.
Yayasan tersebut secara rutin memberikan pendidikan Al-Qur'an, pembinaan akhlak, pendampingan sosial, serta menjadi wadah pembinaan bagi anak-anak yatim dan masyarakat sekitar.
Imam Masjid Panggilan Sujud sekaligus Pembina Yayasan Al-Khoiriyah, Ustaz Khaerudin, S.H.I., menyampaikan apresiasi atas perhatian Wakapolri dan jajaran Polri kepada anak-anak yatim binaannya.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakapolri dan seluruh keluarga besar Polri atas kasih sayang yang diberikan kepada anak-anak yatim di sekitar Sespim. Perhatian ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus belajar, beribadah, dan meraih cita-cita," ungkapnya.
Ustaz Khaerudin menjelaskan bahwa Yayasan Al-Khoiriyah selama ini menjadi tempat berkumpulnya anak-anak yatim untuk belajar Al-Qur'an, memperdalam ilmu agama, mempererat ukhuwah, sekaligus menyalurkan berbagai bantuan sosial dari para donatur.
Ia berharap revitalisasi Masjid Panggilan Sujud semakin memperkuat fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan umat, dan kepedulian sosial bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan santunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui revitalisasi Masjid Panggilan Sujud dan aksi berbagi kepada anak yatim, Polri ingin menunjukkan bahwa transformasi institusi dibangun di atas keseimbangan antara profesionalisme, spiritualitas, serta nilai-nilai kemanusiaan demi mewujudkan pengabdian yan
Baca Juga
Komentar