Wakapolda Metro Jaya Tinjau Lahan Ketahanan Pangan di Bekasi, 25 Hektare Siap Tanam Jagung
Bekasi — Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono meninjau langsung kawasan lahan ketahanan pangan di Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Sabtu (18/10/2025).
Peninjauan ini merupakan bagian dari program Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Lahan seluas 25 hektare tersebut disiapkan khusus untuk penanaman jagung, dengan dukungan dari berbagai pihak, baik aparat TNI-Polri maupun instansi pemerintah daerah. Lokasinya berada di Jalan Langkawi, Kampung Tembong Gunung.
Kehadiran Brigjen Dekananto disambut hangat oleh Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Mustofa dan Kapolsek Cikarang Pusat AKP Elia Umboh, didampingi jajaran pejabat utama Polres Metro Bekasi serta perwakilan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 12/Serang Baru Kapten Inf Newardi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Abdilah, Sekcam Cikarang Pusat Mamat Raharjo, serta tokoh masyarakat H. Zaini. Selain itu, hadir pula Direktur PT Pura Delta Lestari Ir. Nanang Herdia dan Danpos 12/Serang Baru Pelda Slamet Riyadi.
Dalam kesempatan itu, Kapolres Metro Bekasi dan Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi memberikan paparan singkat kepada Wakapolda mengenai kondisi lahan, jenis tanaman yang akan dibudidayakan, serta progres pengelolaan yang sudah berjalan.
Menurut data dari Dinas Pertanian, lahan ini difokuskan untuk budidaya jagung dengan biaya produksi, pengolahan, dan perawatan mencapai sekitar Rp20 juta per hektare. Pemerintah daerah turut mendukung penyediaan pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya guna menjaga kesuburan tanah.
Dalam arahannya, Brigjen Pol Dekananto menegaskan pentingnya keberlanjutan program tersebut agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia menilai bahwa ketahanan pangan merupakan pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan warga.
“Kegiatan ketahanan pangan ini harus terus dikembangkan dan bisa memenuhi kebutuhan Bulog. Saya minta anggota Binmas dan Babinsa untuk mengkoordinir warga agar serius mengelola pertanian ini,” ujar Brigjen Dekananto.
Ia juga menekankan agar para petani dan pengelola lahan mampu menghitung secara cermat biaya produksi dan hasil panen, sehingga kegiatan ini dapat berjalan efisien dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Wakapolda menyampaikan apresiasi terhadap sinergi antara Polri, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah bersatu dalam mendukung ketahanan pangan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga ketersediaan bahan pangan nasional.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Semoga kegiatan ini menjadi contoh nyata sinergi antara aparat dan masyarakat dalam mewujudkan kemandirian pangan,” tambahnya.
Program penanaman jagung ini diharapkan mampu menghasilkan produksi signifikan untuk mendukung kebutuhan Bulog sekaligus menambah nilai ekonomi bagi petani lokal di kawasan Bekasi.
Selain meninjau kondisi lahan, Brigjen Dekananto juga berdialog dengan sejumlah petani yang terlibat langsung dalam pengelolaan area tersebut. Ia mendengarkan aspirasi dan kendala yang dihadapi dalam proses pengolahan tanah serta distribusi hasil panen.
Para petani menyambut baik dukungan tersebut dan berharap program ketahanan pangan dapat terus diperluas ke wilayah lain. “Kami senang ada perhatian dari pemerintah dan kepolisian, mudah-mudahan hasilnya bisa membantu ekonomi warga,” ujar salah satu petani.
Di akhir kegiatan, Brigjen Dekananto menyampaikan pesan agar semua pihak terus menjaga semangat gotong royong dalam memajukan sektor pertanian di wilayah Bekasi. “Semoga lahan ini menjadi contoh baik yang bisa ditiru oleh daerah lain,” pungkasnya.
Baca Juga
Komentar