Tim SAR Brimob Polda Metro Jaya Evakuasi Warga dan Berikan Bantuan di Lokasi Banjir Jakarta Selatan
JAKARTA — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan sejak Kamis sore menyebabkan genangan di sejumlah titik. Menyikapi kondisi tersebut, Tim Search and Rescue (SAR) Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya langsung diterjunkan untuk membantu warga yang terdampak.
Kegiatan penanganan banjir dimulai pukul 17.00 WIB di bawah komando Briptu Naafi Faturrachman selaku Komandan Tim. Tim SAR bergerak cepat ke beberapa titik rawan sambil membawa perlengkapan evakuasi, pelampung, dan perahu karet.
Menurut laporan lapangan, tim lebih dulu melakukan pengecekan perlengkapan dan pemantauan tinggi muka air di sejumlah area yang sering mengalami genangan. Koordinasi juga dilakukan bersama BPBD DKI Jakarta, Dinas Sosial, dan unsur Sumber Daya Air (SDA) untuk memastikan jalur evakuasi aman dilalui.
Sekitar pukul 19.30 WIB, Tim SAR tiba di Pintu Air Pondok Karya, yang sempat mengalami genangan hingga 80 sentimeter dengan arus cukup deras. Petugas langsung mengevakuasi warga yang masih bertahan di rumah serta membantu memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Menjelang pukul 20.00 WIB, situasi di kawasan Perumahan Pondok Karya mulai membaik seiring menurunnya intensitas hujan. Sejumlah warga yang sempat dievakuasi telah kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan aman.
Selain Batalyon A Pelopor, tim dari Yon B Pelopor juga diterjunkan ke wilayah Cipinang Bali dan Kali Cipinang Muara untuk melakukan pengecekan debit air serta memastikan tidak ada warga yang terjebak banjir.
Sementara itu, Yon C Pelopor melakukan monitoring di kawasan Situ Sasak Pamulang, Tangerang Selatan, guna mengantisipasi kemungkinan luapan air dari permukaan danau. Di waktu bersamaan, Yon D Pelopor menurunkan personel ke Kali Jababeka, Cikarang, untuk memantau potensi peningkatan debit air di kawasan industri.
Dari unsur Detasemen Gegana, personel juga dikerahkan ke kawasan Kemang–Prapanca, yang dikenal rawan genangan akibat sistem drainase rendah. Petugas memeriksa kondisi lingkungan sekitar dan memastikan area dalam keadaan aman.
Kegiatan terpadu ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Brimob dalam menghadapi potensi bencana di wilayah perkotaan, terutama pada musim hujan.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa seluruh jajaran Brimob telah diperintahkan untuk bertindak cepat dan tanggap dalam setiap kondisi darurat.
“Tingkatkan pemantauan, pastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta selalu berkoordinasi dengan instansi terkait. Kehadiran Brimob harus memberikan rasa aman bagi masyarakat,” ujar Kombes Henik Maryanto dalam keterangannya, Jumat (31/10/2025).
Ia juga menyampaikan, langkah tanggap darurat ini merupakan bagian dari implementasi program Kapolda Metro Jaya “Jaga Jakarta”, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi dan respons cepat terhadap situasi darurat.
Menurut Henik, personel Brimob tidak hanya ditugaskan dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.
“Kita hadir bukan hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai pelindung masyarakat dalam situasi apapun,” tegasnya.
Brimob juga memastikan akan terus menyiagakan tim SAR di titik-titik rawan banjir, termasuk di kawasan perumahan padat penduduk dan area sekitar sungai.
Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, menjaga keselamatan diri, serta segera melapor apabila membutuhkan bantuan evakuasi atau pertolongan.
Dengan langkah sigap ini, Brimob Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga keselamatan, dan memberikan pelayanan terbaik dalam setiap situasi darurat.
Baca Juga
Komentar