Sinergi TNI-Polri Menyapa Petani Sumurbatu Jaga Sawah dan Motor, Waspada Curanmor di Tengah Ladang
Pena Insight
Bekasi, 30 Juli 2025 — Dalam semangat memperkuat keamanan kewilayahan hingga ke sektor pertanian, sinergi TNI-Polri kembali terlihat di Sumurbatu, Bantargebang. Bhabinkamtibmas Aipda Dwi S., bersama Babinsa Serka Ahmad Nur Arifin dan Serka M. Siagian, melaksanakan sambang warga secara langsung ke area pertanian, Selasa siang (29/7). Mereka menemui para petani yang tengah beristirahat setelah mengolah lahan di RT 01 RW 02, Kelurahan Sumurbatu.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.40 WIB ini bukan sekadar rutinitas sambang, tetapi juga bagian dari pendekatan preventif terhadap maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang bisa menyasar siapa pun—termasuk warga sektor agraris. Di tengah dialog santai dan suasana akrab, ketiga petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara lugas dan mudah dipahami oleh para petani.
Dalam arahannya, Aipda Dwi S. mengingatkan bahwa kejahatan curanmor tidak mengenal tempat. Bahkan, motor-motor yang ditinggal di pinggiran sawah pun kerap menjadi sasaran empuk bagi pelaku kriminal yang mengintai area terbuka dan minim pengawasan. Oleh sebab itu, ia mengimbau agar warga selalu waspada dan tidak meninggalkan kendaraan dalam keadaan tak terkunci.
Babinsa Serka Ahmad Nur Arifin turut menambahkan bahwa TNI, bersama kepolisian dan unsur pemerintahan kelurahan, terus berupaya menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk petani yang kerap luput dari edukasi keamanan. Menurutnya, sawah bukan hanya ladang pangan, tetapi juga harus jadi wilayah yang aman dan nyaman bagi para penggarapnya.
Sambang ini juga menunjukkan pendekatan humanis dalam menjalankan fungsi keamanan. Alih-alih menunggu laporan di kantor, aparat justru menyambangi lokasi-lokasi rawan dengan cara menyatu dalam keseharian masyarakat. Inilah bentuk nyata transformasi pelayanan keamanan berbasis kedekatan sosial yang digaungkan dalam konsep Polri Presisi dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Masyarakat yang ditemui menyambut baik kunjungan tersebut. Para petani merasa diperhatikan dan mendapat wawasan tambahan yang selama ini belum terlalu mereka sadari, khususnya soal pentingnya mengamankan barang pribadi di area terbuka dan melapor cepat jika melihat aktivitas mencurigakan.
Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya urusan kota atau pusat-pusat keramaian. Di tengah sawah pun, potensi kejahatan tetap ada. Maka, kewaspadaan warga dan kehadiran aparat menjadi kombinasi penting untuk membentuk sistem pengamanan yang menyeluruh, dari pinggiran hingga perkotaan.
Dengan kegiatan semacam ini, TNI dan Polri menunjukkan bahwa kehadiran mereka bukan hanya saat krisis, tapi juga dalam upaya pencegahan dini. Model patroli partisipatif ini dinilai efektif membangun kesadaran kolektif dan memperkuat kepercayaan publik terhadap aparat.
Langkah kolaboratif seperti yang dilakukan di Sumurbatu ini perlu menjadi contoh bagi wilayah lain. Ketika petani dan aparat saling menyapa, berbagi informasi, dan bersinergi menjaga keamanan, maka stabilitas sosial bukan sekadar slogan, melainkan kenyataan yang dibangun dari bawah.
Baca Juga
Komentar