Presiden Prabowo Hadiri Penyerahan Aset Enam Smelter Timah
Pangkalpinang — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan langsung penyerahan aset barang rampasan negara berupa enam smelter timah kepada PT Timah Tbk di Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (6/10/2025).
Penyerahan aset ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai tindak lanjut dari putusan pengadilan terkait kasus korupsi tata niaga timah yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun.
Enam tempat pemurnian biji timah atau smelter tersebut sebelumnya dikendalikan oleh para terdakwa kasus korupsi yang melibatkan sejumlah perusahaan di Bangka Belitung.
Berikut daftar pemilik enam smelter yang asetnya kini telah diserahkan kepada negara:
- Suwito Gunawan, pemilik PT Stanindo Inti Perkasa.
- Tamron alias Aon, pemilik CV Venus Inti Perkasa dan PT Menara Cipta Mulia.
- Hendry Lie, pemilik PT Tinindo Internusa (PT TIN). Keempat, Robert Indarto, pemilik PT Sariwiguna Bina Sentosa.
- Suparta, pemilik PT Refind Bangka Tin. Keenam perusahaan ini diketahui terlibat dalam praktik ilegal yang merugikan keuangan negara dan merusak ekosistem pertambangan timah nasional.
Penertiban dan pengalihan aset ke PT Timah Tbk dilakukan melalui koordinasi antara Kejagung dan Kementerian Keuangan. Nilai taksiran total aset yang diserahkan mencapai Rp 1,45 triliun, meliputi bangunan, lahan, serta fasilitas produksi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam menata kembali tata kelola pertambangan nasional, khususnya di sektor timah yang selama ini rawan diselewengkan.
Sementara itu, di hari yang sama, fenomena alam menarik turut menghiasi langit Indonesia. Malam Selasa (7/10/2025), masyarakat disuguhi keindahan bulan purnama supermoon yang bertepatan dengan fase Harvest Moon atau bulan panen.
Dikutip dari Kompas.com, fenomena ini menjadi istimewa karena bulan berada di posisi perigee—titik terdekat dengan Bumi—sehingga tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya.
Fenomena supermoon tersebut dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia dengan mata telanjang, terutama pada saat bulan baru terbit setelah matahari tenggelam.
Menurut Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, waktu terbaik menikmati supermoon adalah saat senja hingga awal malam.
“Waktu terbaik menyaksikan Supermoon di Indonesia adalah ketika bulan baru terbit, setelah matahari terbenam. Saat itu warna dan cahaya bulan akan terlihat paling indah,” ujar Ajie, Selasa (7/10/2025).
BMKG juga mengingatkan bahwa tingkat kejelasan pengamatan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan tingkat polusi cahaya di sekitar pengamat. Masyarakat dianjurkan mencari lokasi terbuka, jauh dari bangunan tinggi, pohon besar, atau sumber cahaya buatan untuk menikmati fenomena ini secara maksimal.
Fenomena supermoon kali ini menjadi momen reflektif: di saat pemerintah menertibkan sumber daya alam di Bumi, alam semesta justru memperlihatkan keindahan langitnya yang menenangkan.
Baca Juga
Komentar