Prabowo Perintahkan Jaksa Agung dan Kapolri Usut Mafia Penggilingan Padi, Negara Rugi Rp100 Triliun per Tahun
Pena Insight
Klaten, 22 Juli 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara tegas menginstruksikan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas praktik curang yang dilakukan oleh sejumlah penggilingan padi besar. Dalam pidatonya pada peluncuran program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Prabowo menyebut bahwa praktik nakal ini menyebabkan kerugian ekonomi negara hingga Rp100 triliun setiap tahun.
Presiden mengungkap bahwa laporan yang ia terima menunjukkan adanya penggilingan padi yang mengakali sistem dengan cara mencap ulang beras biasa menjadi beras premium, kemudian menjualnya jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Prabowo menilai bahwa tindakan tersebut adalah penipuan dan masuk dalam ranah pidana yang harus segera ditindaklanjuti.
"Ini bukan sekadar pelanggaran, ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat Indonesia. Negara sudah berjuang keras mendapatkan pemasukan, tapi mereka seenaknya menikmati hasil Rp100 triliun setahun," tegas Prabowo.
Dalam pernyataannya, Prabowo juga menyinggung pasal 33 UUD 1945 sebagai dasar hukum dalam menertibkan para pelaku. Ia menekankan bahwa ekonomi Indonesia harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, bukan kelompok usaha yang hanya mementingkan keuntungan pribadi.
Prabowo tidak hanya menyampaikan keprihatinannya, namun juga menunjukkan sikap tegas. Ia menyebut akan bertanggung jawab penuh atas penindakan dan memberantas praktik kecurangan di sektor pangan ini. Menurutnya, upaya-upaya melemahkan ketahanan pangan Indonesia harus dianggap sebagai bentuk sabotase terhadap kedaulatan negara.
“Saya tidak akan diam. Saya disumpah untuk melindungi rakyat dan menjalankan Undang-Undang. Ini saatnya kita buktikan bahwa negara memiliki gigi dan tidak tunduk pada mafia pangan,” ujarnya dengan nada tegas.
Kebijakan ini disampaikan di hadapan ribuan kepala desa, bupati, dan gubernur yang turut hadir dalam acara peluncuran Kopdes Merah Putih. Prabowo berharap sinergi pusat dan daerah dapat memperkuat gerakan ekonomi kerakyatan serta memastikan distribusi beras berjalan jujur dan adil.
Ia juga meminta agar masyarakat tidak takut untuk melaporkan praktik-praktik curang tersebut ke aparat penegak hukum. Pemerintah, kata Prabowo, akan melindungi pihak-pihak yang membantu memberantas mafia beras yang telah merugikan negara dalam jumlah yang sangat besar.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo serius dalam membenahi rantai distribusi pangan nasional dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem pertanian dan perdagangan yang adil dan transparan.
Dengan ketegasan ini, Prabowo berharap Indonesia dapat segera keluar dari jerat kerugian masif akibat ulah segelintir oknum, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional melalui jalur hukum yang adil dan berani.
Baca Juga
Komentar