Polsek Duren Sawit Dapat Apresiasi Usut Penipuan Lowongan Kerja Rp2 Juta
JAKARTA – Kasus penipuan berkedok lowongan kerja kembali memakan korban. Kali ini, Winda Nur Aulia, warga asal Pidie, Aceh, menjadi sasaran setelah dijanjikan pekerjaan di perusahaan fiktif bernama PT Magadha Fadeel Verosindo.
Winda mengaku tertarik dengan tawaran posisi kerja di Seduh Coffee Group yang dipromosikan oleh pihak perusahaan. Namun, sebelum bisa bekerja, ia diminta untuk mentransfer biaya administrasi sebesar Rp2 juta ke rekening BCA milik seseorang yang diduga pelaku.
Uang pun dikirim, tetapi pekerjaan yang dijanjikan tak pernah ada. Merasa ditipu, Winda akhirnya melapor ke Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Duren Sawit.
Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh jajaran Polsek Duren Sawit. Tim Reskrim segera melakukan penelusuran terhadap rekening pelaku dan mengumpulkan bukti-bukti terkait.
Langkah cepat inilah yang menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pengusaha muda asal Aceh, Teuku Azril.
Menurut Azril, kinerja Polsek Duren Sawit patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan aparat dalam menangani laporan masyarakat, meskipun kerugian yang dialami korban relatif kecil.
“Rp2 juta tetaplah uang rakyat. Polisi tidak meremehkan laporan ini. Hilang ayam, dicari ayamnya. Inilah aparat yang membalik stigma lama,” ujarnya.
Azril menambahkan, sering kali masyarakat lebih cepat menyebarkan berita negatif tentang polisi, namun lupa memberikan apresiasi ketika ada aparat yang bekerja profesional.
“Kalau ada polisi yang salah, cepat sekali diviralkan, dihujat, jadi konsumsi publik. Tapi ketika ada polisi yang benar-benar bekerja tanpa pandang bulu, apresiasi itu sering terabaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong pihak kepolisian agar tidak berhenti pada satu laporan saja. Menurutnya, PT Magadha Fadeel Verosindo sudah dikenal luas sebagai perusahaan fiktif yang sering menjebak korban dengan modus serupa.
“Ini bukan soal Rp2 juta saja. Bisa jadi di baliknya ada ratusan korban lain. Polisi perlu menelusuri aliran dana dan membongkar jaringan ini sampai ke akar-akarnya agar tidak ada lagi masyarakat yang tertipu,” kata Azril.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang mengharuskan pembayaran biaya administrasi di awal.
Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat tidak tergiur dengan lowongan kerja yang menjanjikan gaji besar tanpa proses seleksi yang jelas.
“Cek ulang reputasi perusahaan, jangan mudah percaya pada tawaran kerja yang mengharuskan transfer uang,” pesan salah satu petugas Polsek Duren Sawit.
Upaya cepat yang dilakukan Polsek Duren Sawit diharapkan dapat menjadi contoh bagi jajaran kepolisian lainnya di seluruh Indonesia dalam memberikan pelayanan prima dan responsif terhadap laporan masyarakat.
Kasus ini kini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi menargetkan untuk menelusuri rekening pelaku dan kemungkinan adanya jaringan penipuan lain yang menggunakan modus serupa.
Dengan adanya penindakan ini, diharapkan ruang gerak pelaku penipuan semakin sempit dan masyarakat terlindungi dari praktik kejahatan serupa.
Baca Juga
Komentar