Pengabdian dan Transformasi FIKOM UPDM(B) Dosen -Dosen sebagai pejuang kader Pak Moestopo
Jakarta - Jejak Pengabdian dan Transformasi FIKOM UPDM(B): Dari Dr. Sofyan, Era Guru Besar Prof. Sunarto, hingga Pejuang Kader Pak Moestopo
1. Fondasi Awal di Era Dr. Sofyan
Perjalanan FIKOM Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sebagai salah satu FIKOM swasta terdepan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari fondasi yang diletakkan pada era kepemimpinan Dr. Sofyan. Di masa ini, arah pengembangan akademik mulai ditata sistematis. Tata kelola prodi diperkuat, kurikulum komunikasi diselaraskan dengan kebutuhan industri media dan kehumasan, serta budaya akademik dibangun lewat disiplin mutu dan penguatan dosen. Fondasi inilah yang membuat FIKOM siap tumbuh secara berkelanjutan pada periode berikutnya.

2. Tonggak Sejarah: Lahirnya Guru Besar dari PTS
Tahun 2010 menjadi penanda sejarah bagi FIKOM UPDM(B) sekaligus bagi perguruan tinggi swasta di Indonesia. FIKOM melahirkan Guru Besar pertama dari PTS, yaitu Prof. Sunarto di bidang Public Relations dan Prof. Rudy Haryanto di bidang Periklanan. Pengukuhan keduanya bukan sekadar capaian personal, tapi bukti bahwa PTS mampu melahirkan akademisi level tertinggi.
Soliditas keduanya tercermin dalam berbagai momen kebersamaan sivitas akademika, salah satunya saat halal bi halal FIKOM. Tradisi halal bi halal yang rutin digelar menjadi ruang untuk merawat kekeluargaan, menyatukan dosen, tendik, mahasiswa, dan alumni. Di tengah capaian akademik, FIKOM tetap menjaga nilai silaturahmi sebagai karakter khas Moestopo.
3. Era Penguatan: Pejuang Kader Pak Moestopo 2016 – Sekarang
Semangat pengabdian berlanjut melalui para Pejuang Kader Pak Moestopo. Sejak 2016, FIKOM UPDM(B) konsisten mencatat rata-rata 800 mahasiswa baru per tahun. Angka ini menempatkan FIKOM sebagai salah satu prodi komunikasi swasta dengan intake terbesar secara nasional.
Beberapa capaian kunci lahir dari periode ini:
Standardisasi Gelar Nasional
FIKOM menjadi inisiator awal usul ke Dikti untuk penggunaan gelar S.Ikom. Usulan ini kemudian diadopsi dan kini menjadi standar baku sarjana ilmu komunikasi di seluruh Indonesia.
- Mutu Berkelanjutan: Akreditasi Unggul berhasil dipertahankan sejak era 2000-an. Konsistensi ini didukung sistem penjaminan mutu internal yang berjalan ketat.
- Kontribusi di Level Nasional: Rekan dari FIKOM tercatat sebagai asesor BAN-PT pertama dari perguruan tinggi swasta, aktif periode 2003–2018. Ini membuka jalan bagi PTS lain untuk terlibat dalam penjaminan mutu nasional.
- Pusat Studi Banding: Dengan laboratorium lengkap Fotografi, Studio Radio, dan Studio TV di Kampus Swadarma, FIKOM UPDM(B) menjadi rujukan FIKOM swasta lain. Banyak kampus melakukan studi banding untuk belajar pengelolaan lab dan praktik produksi media.
- Penguatan SDM: FIKOM aktif memberi beasiswa S1 bagi karyawan dan beasiswa S2–S3 bagi dosen. Untuk program doktoral, pernah dijalankan kerja sama satu angkatan 15 orang. Kebijakan ini mempercepat peningkatan kualifikasi akademik dosen.
- Kesejahteraan dan Kekeluargaan: FIKOM mempelopori usulan kendaraan dinas untuk pejabat struktural di lingkungan Moestopo. Tradisi rekreasi tahunan ke Bali dengan menyewa 2 kloter Garuda menjadi agenda yang ditunggu. Bantuan transportasi rutin juga diberikan kepada karyawan dan dosen sebagai bentuk perhatian lembaga.

4. Benang Merah: Unggul dan Kekeluargaan
Dari era Dr. Sofyan yang meletakkan fondasi, ke era Guru Besar Prof. Sunarto yang menandai pencapaian akademik tertinggi, hingga masa Pejuang Kader Pak Moestopo yang mendorong ekspansi dan kesejahteraan, FIKOM UPDM(B) bergerak dalam satu napas. Unggul secara akademik, kuat secara infrastruktur, dan hangat secara kekeluargaan.
Capaian ini yang menjadikan FIKOM UPDM(B) bukan sekadar kampus komunikasi, tapi rumah tumbuhnya insan komunikasi Indonesia yang berdaya saing dan berkarakter Moestopo.
Butuh saya tambahkan nama pejabat, tanggal pengukuhan, atau foto kegiatan biar lebih lengkap untuk booklet profil?
Baca Juga
Komentar