Pemkot Bekasi Nyatakan Siap Terapkan PSEL, Teknologi Pengolahan Sampah Jadi Energi Jadi Solusi Kota Padat
Pena Insight
Kota Bekasi 18 Juli 2025 — Pemerintah Kota Bekasi menyatakan kesiapannya dalam mendukung implementasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi krusial untuk mengatasi krisis sampah. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI yang digelar di Jakarta.
Rapat yang digelar di Kantor Kemenko Bidang Pangan ini menghadirkan 24 Wali Kota dan 4 Bupati dari berbagai daerah, membahas strategi nasional pengurangan sampah. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, hadir langsung bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Yudianto, menunjukkan komitmen Pemkot dalam mendukung kebijakan ini.
Dalam rakor tersebut, disampaikan bahwa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang kini dalam kondisi kritis karena over kapasitas. Tri Adhianto menegaskan bahwa teknologi PSEL adalah pilihan strategis, tidak hanya untuk mengurangi timbunan sampah, tetapi juga mengubahnya menjadi energi listrik yang bisa dimanfaatkan masyarakat luas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam arahannya meminta setiap kepala daerah untuk segera menyiapkan lahan dan menentukan teknologi yang paling sesuai dengan kondisi daerah masing-masing. Ia menekankan bahwa percepatan pelaksanaan ini sangat penting demi mendukung agenda nasional pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Di luar program PSEL, Pemerintah Kota Bekasi juga telah memulai langkah strategis dalam skala lokal. Salah satunya adalah mendorong budaya pemilahan sampah dari rumah tangga. Menurut Tri Adhianto, kebiasaan ini dapat secara signifikan mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Dengan program PSEL, Kota Bekasi mulai memandang sampah bukan sebagai beban, tetapi sebagai sumber daya terbarukan. Teknologi pengolahan yang direncanakan diharapkan dapat menghasilkan energi listrik, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, dan mendukung transisi energi bersih.
Keberhasilan implementasi program PSEL tidak terlepas dari sinergi lintas sektor. Kerja sama antara Kementerian Pangan, Kemendagri, Kementerian LHK, dan pemerintah daerah menjadi elemen penting agar program ini tidak sekadar wacana, tetapi menjadi kebijakan yang berdampak nyata.
Tri Adhianto memastikan bahwa Kota Bekasi akan segera melakukan penentuan titik lokasi pembangunan fasilitas PSEL. Hal ini akan menjadi prioritas utama Pemkot Bekasi di semester kedua tahun 2025, dengan harapan bisa menjadi percontohan nasional dalam pengolahan sampah berbasis teknologi.
Meski antusias, Pemkot Bekasi juga menyadari tantangan di lapangan, terutama dalam edukasi masyarakat dan dukungan anggaran. Oleh karena itu, sinergi dengan DPRD, sektor swasta, dan lembaga donor menjadi strategi yang akan dijalankan ke depan.
Program PSEL merupakan bagian dari komitmen Kota Bekasi menuju pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan teknologi dan partisipasi masyarakat, Bekasi menargetkan tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga menghasilkan energi bersih sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Baca Juga
Komentar