Paripurna HUT Bekasi ke-29, Tri Adhianto Paparkan Investasi Rp11,57 Triliun
KOTA BEKASI — Wali Kota Tri Adhianto memaparkan berbagai capaian pembangunan Kota Bekasi dalam Sidang Paripurna Istimewa memperingati Hari Ulang Tahun ke-29 Bekasi yang digelar di Gedung DPRD Kota Bekasi, Selasa (10/03/2026).
Sidang paripurna tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga para pemangku kepentingan pembangunan di Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan rasa syukur karena Kota Bekasi kini genap berusia 29 tahun sejak ditetapkan sebagai daerah otonom pada 10 Maret 1997.
Ia menegaskan bahwa momentum hari jadi kota bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi kesempatan penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Sinergi pengabdian antara eksekutif dan legislatif merupakan amanah besar untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Tri Adhianto di hadapan peserta sidang paripurna.
Tri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas berbagai dukungan pembangunan yang telah diberikan kepada Kota Bekasi.
Menurutnya, dukungan tersebut mencakup pembangunan fasilitas publik hingga penguatan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat.
Salah satunya adalah rencana pembangunan lapangan olahraga di wilayah Pondok Gede serta dukungan anggaran untuk pembangunan gapura di kawasan Pasar Rama Kota Bekasi.
Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga berkontribusi dalam normalisasi aliran sungai seperti Kali Bekasi dan Kali Malang guna mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.
Tri menilai langkah normalisasi sungai tersebut memberikan dampak positif karena mampu mengurangi potensi banjir yang selama ini menjadi persoalan utama di Kota Bekasi.
Pemerintah Kota Bekasi juga terus mendorong penguatan koordinasi lintas wilayah dengan pemerintah provinsi dan daerah sekitar guna mempercepat pembangunan infrastruktur.
Salah satu isu penting yang tengah diselesaikan adalah persoalan aset antara Pemerintah Kota Bekasi dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Tri menyebutkan terdapat sekitar 340 ribu hektare aset yang diharapkan dapat diselesaikan melalui mekanisme tukar guling agar pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.
Penyelesaian persoalan aset tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan pembangunan wilayah perbatasan seperti Medan Satria, Bekasi Utara, Bekasi Timur, hingga Bantargebang.
Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga sedang menyiapkan sejumlah proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas transportasi dan mobilitas masyarakat.
Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal yang saat ini telah memasuki tahap pembebasan lahan.
Pemerintah juga menyiapkan rencana pengembangan kawasan Stasiun Bekasi yang ditargetkan mulai pembangunan fisik pada 2028 hingga 2029.
Di sektor pendidikan, Tri mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan bantuan beasiswa kepada lebih dari 21 ribu siswa SD dan SMP swasta agar dapat terus melanjutkan pendidikan.
Selain itu, sebanyak 27 sekolah telah direvitalisasi guna meningkatkan kualitas sarana belajar bagi para siswa.
Pemerintah Kota Bekasi juga menyalurkan beasiswa perguruan tinggi kepada lebih dari 1.400 mahasiswa sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Di bidang kesehatan, layanan kesehatan terus diperluas melalui pembangunan dua puskesmas baru serta peningkatan cakupan Universal Health Coverage yang telah mencapai lebih dari 100 persen dari jumlah penduduk.
Sementara itu, realisasi investasi di Kota Bekasi menunjukkan tren positif dengan nilai mencapai lebih dari Rp11,57 triliun yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Tri juga menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah perkotaan yang menjadi tantangan besar bagi kota metropolitan seperti Bekasi.
Untuk itu, Pemerintah Kota Bekasi tengah mempersiapkan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan memulai tahap pembangunan atau groundbreaking pada April 2026.
Menurutnya, proyek tersebut menjadi langkah strategis dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
Tri menegaskan bahwa seluruh capaian pembangunan tersebut tidak terlepas dari dukungan DPRD, Forkopimda, tokoh masyarakat, akademisi, dan media yang terus mengawal jalannya pemerintahan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan kolaborasi dalam membangun Kota Bekasi.
“Perbedaan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun kepentingan masyarakat harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan,” katanya.
Menutup sambutannya, Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi menjadi penguat komitmen bersama untuk menjadikan Bekasi sebagai kota metropolitan yang maju, aman, nyaman, dan sejahtera bagi seluruh warganya.
Baca Juga
Komentar