Meski Laba Terkoreksi, Adaro Andalan Indonesia (AADI) Bagikan Dividen Interim US$250 Juta
JAKARTA — PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menebarkan dividen interim tahun buku 2025 senilai US$250 juta, sekaligus menjadi pembagian dividen interim perdana sejak perseroan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Desember 2024 lalu.
Keputusan pembagian dividen tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di laman BEI, dikutip Sabtu (8/11/2025). Dalam keterangan resminya, Sekretaris Perusahaan AADI, Ray Aryaputra, menyebutkan bahwa pembayaran dividen interim akan dilakukan pada akhir November 2025.
“Pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi manajemen kepada para pemegang saham atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan selama ini,” ujar Ray dalam keterangan tertulis.
Merujuk pada laporan keuangan per September 2025, AADI mencatat laba bersih sebesar US$587,32 juta. Sementara itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai US$972,16 juta dan total ekuitas perusahaan sebesar US$3,79 miliar.
Dengan realisasi tersebut, rasio pembayaran dividen (Dividend Payout Ratio/DPR) tercatat sekitar 42,56 persen dari laba bersih.
Pada periode yang sama tahun lalu, laba bersih AADI mencapai US$1,07 miliar, dengan saldo laba ditahan US$394,84 juta dan total ekuitas US$3,36 miliar. Meski laba terkoreksi dibandingkan tahun sebelumnya, kinerja keuangan AADI masih menunjukkan posisi modal yang kuat dan arus kas yang stabil.
Dari sisi pendapatan, AADI mencatat pendapatan usaha sebesar US$3,60 miliar sepanjang Januari–September 2025, turun 10,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar US$4,04 miliar.
Kontributor terbesar pendapatan perusahaan berasal dari penjualan batu bara ke pihak ketiga yang mencapai US$3,31 miliar, diikuti pendapatan dari logistik senilai US$35.661.
Sementara itu, penjualan batu bara ke pihak berelasi mencatatkan pendapatan sebesar US$136,95 juta, dan segmen logistik kepada pihak berelasi berkontribusi US$104.177.
Dari sisi pelanggan utama, perusahaan mencatat pelanggan dengan kontribusi lebih dari 10 persen terhadap total pendapatan berasal dari TNB Fuel Services Sdn. Bhd. dengan nilai transaksi mencapai US$697.837.
Manajemen AADI menegaskan, meski terjadi penurunan laba akibat dinamika harga batu bara global, perusahaan tetap berkomitmen menjaga imbal hasil bagi investor.
“Kami berfokus pada efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, dan diversifikasi pasar ekspor agar tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga komoditas,” tulis manajemen dalam laporan tersebut.
AADI juga terus memperkuat lini bisnis pendukung, termasuk logistik dan jasa penunjang energi, guna memastikan stabilitas kinerja di masa mendatang.
Di pasar modal, saham AADI tercatat mengalami kenaikan 3,65 persen sejak awal 2025, dan ditutup pada level Rp8.525 per saham pada perdagangan Jumat (7/11). Dalam enam bulan terakhir, saham emiten ini menguat 19,23 persen, sementara dalam sebulan terakhir naik 2,40 persen.
Pengamat pasar modal menilai kebijakan pembagian dividen di tengah penurunan laba merupakan sinyal positif bagi investor. Langkah tersebut menunjukkan optimisme manajemen terhadap arus kas perusahaan serta kemampuan mempertahankan kinerja stabil.
Dengan strategi bisnis yang adaptif, AADI berupaya menjaga kinerja keuangan tetap solid di tengah volatilitas pasar global, sekaligus memberikan nilai tambah bagi para pemegang sahamnya.
Baca Juga
Komentar