Menkeu Purbaya Tegas: Siapa pun yang Terlibat Penyelundupan Akan Ditindak!
Jakarta, 18 Oktober 2025 — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam praktik penyelundupan barang. Ia menyebut, tindakan itu penting karena penyelundupan membuat ekonomi nasional merugi dan menghambat pertumbuhan industri dalam negeri.
Dalam acara di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (17/10/2025), Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah tidak akan pandang bulu dalam menegakkan hukum. “Yang suka main selundup, saya tangkap. Akan ada penangkapan besar-besaran. Saya enggak peduli di belakangnya siapa,” tegasnya.
Menurut Purbaya, penyelundupan paling banyak terjadi di sektor rokok, tekstil, dan baja. Ia mengatakan praktik ini harus segera diberantas karena bisa membuat produk dalam negeri kalah bersaing dan penerimaan negara menurun.
“Rokok, saya beresin. Setelah itu tekstil, lalu baja, dan sektor lainnya. Satu per satu saya akan kejar,” ujar Purbaya dengan yakin.
Ia menjelaskan, upaya memberantas penyelundupan bukan sekadar soal penindakan, tetapi bagian dari strategi memperkuat ekonomi nasional. Jika arus barang masuk lebih terkontrol, maka industri dalam negeri bisa tumbuh lebih cepat dan sehat.
Namun, Purbaya mengakui masih ada kendala di lapangan. Beberapa petugas Bea dan Cukai kadang enggan bertindak karena pelaku penyelundupan memiliki “bekingan” dari pihak berkuasa. “Saya panggil orang Bea Cukainya, katanya ‘Bukan begitu Pak, di belakangnya ada bekingan gede, kami enggak bisa apa-apa’,” ucapnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa alasan seperti itu tidak bisa diterima. Ia meminta jajarannya tetap berani bertindak sesuai aturan. “Sekarang sikat aja. Dirjen Bea Cukai saya bintang tiga, kecuali bintang empatnya yang nyuruh. Kalau bintang empat, kita lapor presiden,” katanya tegas.
Menurutnya, langkah berani ini penting untuk memperbaiki sistem ekonomi agar lebih bersih dan adil. Dengan cara itu, pertumbuhan ekonomi bisa meningkat secara bertahap. “Saya yakin ekonomi akan tumbuh lebih cepat. Tahun depan bisa mendekati 6 persen, dan selanjutnya bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya optimistis.
Purbaya juga menyoroti pentingnya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Semua pihak harus ikut mengawasi agar praktik penyelundupan tidak lagi terjadi di pelabuhan, perbatasan, atau jalur dagang lainnya.
Ia menjelaskan bahwa penindakan tidak akan berhenti hanya di tiga sektor itu. Pemerintah juga sedang menelusuri penyelundupan di bidang lain yang merugikan negara. “Kita akan bereskan satu per satu supaya efeknya terasa ke masyarakat,” katanya.
Purbaya menyebut, pemerintah sedang memperkuat koordinasi dengan instansi lain seperti Kementerian Perdagangan dan aparat penegak hukum. Tujuannya agar sistem pengawasan lebih ketat dan tidak mudah ditembus oleh jaringan penyelundupan.
“Semua lembaga harus kerja sama. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri kalau mau ekonomi kita kuat,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini sesuai arahan Presiden untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi industri lokal dari praktik curang. Pemerintah tidak akan mundur dari komitmen ini.
“Kalau penyelundupan terus dibiarkan, yang rugi bukan cuma negara, tapi juga rakyat. Harga barang bisa hancur, industri kita bisa mati, dan lapangan kerja berkurang,” jelasnya.
Sebagai penutup, Purbaya mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk bersama-sama mendukung langkah pemerintah. Ia berharap, dengan kerja sama semua pihak, ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih kuat, bersih, dan adil bagi semua.
Baca Juga
Komentar