Menhan Tinjau Yon TP 808 Fakfak: TNI Didorong Jadi Motor Pembangunan Papua Barat
Fakfak, Papua Barat – Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melakukan kunjungan kerja ke Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 808/Mbaham Matta di Fakfak, Papua Barat, Rabu (27/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan operasional satuan, kondisi personel, serta pelaksanaan program pembinaan teritorial di wilayah strategis tersebut.
Dalam agenda kunjungan, Menhan menerima paparan dari jajaran batalyon terkait perkembangan pembangunan fisik satuan, kesiapan latihan, serta dukungan alutsista yang dimiliki. Selain itu, turut dipaparkan pula berbagai program pembinaan masyarakat yang selama ini dijalankan oleh satuan di wilayah Papua Barat.
Usai menerima paparan, Menhan meninjau langsung berbagai fasilitas satuan, mulai dari sarana latihan, barak prajurit, gudang munisi, hingga fasilitas penunjang operasional lainnya.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga kesiapan operasional satuan melalui pembinaan personel yang profesional, disiplin, dan memiliki orientasi kuat terhadap keberhasilan tugas di lapangan.
Ia juga menyoroti pentingnya kesinambungan program latihan serta pembinaan fisik prajurit agar kesiapan tempur tetap terjaga secara optimal di tengah dinamika tugas di wilayah perbatasan dan daerah strategis.
Selain aspek pertahanan, Menhan juga memberikan apresiasi terhadap peran Yon TP 808/Mbaham Matta dalam mendukung pembangunan sosial di wilayah sekitar.
Berbagai program yang telah dijalankan meliputi layanan pengobatan gratis, pembinaan pendidikan, serta penguatan ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian dan peternakan.
Menurutnya, keberadaan satuan teritorial pembangunan tidak hanya berfungsi sebagai garda pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan di daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga menekankan pentingnya dukungan infrastruktur dasar bagi satuan, khususnya terkait pasokan listrik dan penguatan jaringan telekomunikasi.
Hal ini dinilai krusial untuk menunjang efektivitas pelaksanaan tugas di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Papua Barat.
Kunjungan kerja ini disebut sebagai bagian dari komitmen Kementerian Pertahanan dalam memperkuat kesiapan satuan teritorial pembangunan sebagai ujung tombak pertahanan sekaligus motor penggerak pembangunan wilayah.
Dalam kunjungan tersebut, Menhan turut didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan, antara lain Wakil Panglima TNI, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, serta Pangdam XVIII/Kasuari.
Baca Juga
Komentar