May Day 2026: Ilhamsyah KPBI Sampaikan 3 Tuntutan Utama ke Presiden, Soroti Kesejahteraan Buruh
Jakarta — Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Ilhamsyah, menyampaikan langsung aspirasi buruh kepada Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan May Day 2026. Dalam orasinya, Ilhamsyah menegaskan bahwa momentum Hari Buruh tahun ini menjadi berbeda karena untuk pertama kalinya buruh dapat menyampaikan tuntutan secara langsung di hadapan Presiden.
“Biasanya kami hanya berteriak di luar istana atau DPR. Hari ini kami bisa menyampaikan langsung aspirasi kami,” ujarnya.
Tiga Tuntutan Utama Buruh
1. Penyediaan Daycare untuk Anak Buruh
Ilhamsyah menyoroti dilema pekerja muda yang telah berkeluarga. Banyak buruh terpaksa memilih antara meninggalkan anak di kampung atau salah satu orang tua berhenti bekerja.
Ia mendorong pemerintah menghadirkan fasilitas penitipan anak (daycare) di kawasan industri.
“Negara harus hadir agar anak-anak buruh mendapat pengasuhan layak dan tumbuh kembang yang baik,” tegasnya.
2. Perumahan Buruh Terintegrasi Kawasan Industri
KPBI juga mendukung program perumahan pemerintah, namun meminta agar pembangunan dilakukan terintegrasi dengan kawasan industri.
Menurut Ilhamsyah, beban biaya hidup buruh sangat tinggi, terutama untuk kontrakan yang mencapai 20–30 persen dari upah.
“Perumahan dekat kawasan industri bisa mengurangi kemacetan, hemat biaya, dan meningkatkan kesejahteraan buruh,” katanya.
3. Penguatan Pengawasan Ketenagakerjaan
Tuntutan ketiga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perusahaan. KPBI meminta pemerintah memperketat kontrol terhadap pelanggaran ketenagakerjaan.
Beberapa isu yang disoroti meliputi:
- Upah di bawah standar
- Praktik union busting (pemberangusan serikat)
- Pelanggaran keselamatan kerja (K3)
- Hubungan kerja yang dinilai tidak adil
“Pengawasan harus menjadi ujung tombak agar buruh mendapatkan keadilan,” tegas Ilhamsyah.
Peringatan Hari Buruh Internasional 2026 dinilai menjadi momentum baru bagi gerakan buruh di Indonesia. Aspirasi yang sebelumnya disuarakan melalui aksi di jalan, kini mulai mendapat ruang dialog langsung dengan pemerintah.
Buruh berharap tuntutan tersebut tidak berhenti sebagai wacana, melainkan ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret.
May Day 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga panggung penting bagi buruh untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan. KPBI menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah agar berpihak pada pekerja.
“Hidup buruh!” menjadi seruan yang menggema, menandai harapan akan perubahan yang lebih adil di dunia ketenagakerjaan Indonesia.
Baca Juga
Komentar