Lo Kheng Hong Pertebal Kepemilikan Saham SIMP, Siap Panen Dividen Miliaran Rupiah
Pena Insight
Jakarta, 01 Juni 2025 - Investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali menjadi sorotan pasar modal setelah tercatat memperbesar kepemilikan sahamnya di PT Salim Ivomas Pratama Tbk. (SIMP). Aksi borong saham yang dilakukan berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir mempertegas keyakinannya terhadap prospek jangka panjang emiten agribisnis Grup Salim ini.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga akhir Juni 2025, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam sekitar 6,2% saham SIMP, meningkat dari 5,8% pada kuartal sebelumnya. Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 930 juta lembar saham, menjadikannya salah satu pemegang saham publik terbesar di perusahaan tersebut.
Langkah ini bukan sekadar akumulasi pasif. Pasar menilai aksi ini sebagai sinyal kuat bahwa Lo tengah mengincar potensi dividen besar yang kerap digelontorkan SIMP. Tahun buku 2024 saja, perusahaan menebar dividen tunai sebesar Rp125 miliar atau sekitar Rp13 per saham. Dengan kepemilikan saat ini, Lo berpeluang mengantongi dividen miliaran rupiah hanya dari satu emiten saja.
Lo Kheng Hong dikenal sebagai value investor dengan strategi jangka panjang. Ia kerap membeli saham undervalued dengan fundamental kuat, lalu menyimpannya bertahun-tahun hingga nilainya melonjak. Portofolionya di SIMP dinilai sejalan dengan filosofi tersebut, mengingat emiten ini memiliki landbank luas dan lini bisnis dari hulu ke hilir, termasuk kelapa sawit, minyak goreng, margarin, hingga bahan baku industri pangan.
Dalam beberapa wawancara sebelumnya, Lo menyebut sektor agribisnis sebagai "harta tersembunyi" di tengah krisis pangan dan fluktuasi harga komoditas global. Menurutnya, Indonesia sebagai negara tropis punya potensi besar dalam ekspor produk perkebunan, terutama minyak sawit. "Saham seperti SIMP itu ibarat kebun yang menghasilkan uang tanpa henti," ujarnya dalam sebuah forum pasar modal.
Meski sempat terpukul akibat pelemahan harga CPO global, kinerja SIMP mulai bangkit pada paruh pertama 2025. Laba bersih meningkat 27% secara tahunan (yoy), ditopang efisiensi operasional dan pemulihan ekspor ke pasar India dan Tiongkok. Ini memperkuat optimisme investor ritel yang turut mengikuti jejak Lo.
Analis dari MNC Sekuritas menyebut aksi Lo Kheng Hong di SIMP mencerminkan "sentimen institusional" di tengah minimnya aksi korporasi besar. “Ketika investor besar masuk secara konsisten, itu bukan sekadar spekulasi. Ini soal keyakinan akan valuasi dan potensi jangka panjang,” kata Kepala Riset MNC Sekuritas, William Suryawijaya.
Di tengah banyaknya trader jangka pendek yang bermain cepat di saham spekulatif, langkah Lo menggarisbawahi pentingnya fundamental dan kesabaran dalam investasi. Ia sendiri pernah menyimpan saham hingga 10 tahun sebelum menjualnya dengan imbal hasil ribuan persen.
Dengan rekam jejaknya yang konsisten dan kecermatan dalam memilih saham, pasar diyakini akan terus memantau pergerakan Lo Kheng Hong. Untuk para investor pemula maupun veteran, kisahnya di SIMP kembali menjadi pengingat: untuk cuan besar, harus sabar dan percaya pada nilai intrinsik perusahaan.
Baca Juga
Komentar