KKB Bakar SMP Kiwirok, TPNPB Klaim Serangan Udara Super Tucano di Papua
KIKIROK, Pegunungan Bintang — Aksi kekerasan kembali terjadi di kawasan Papua Pegunungan. Pada Selasa pagi (7/10/2025), Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membakar bangunan SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.45 WIT, ketika sekitar 16 orang tak dikenal melakukan aksi pembakaran. Tim Satgas Operasi Damai “Cartenz” bersama aparat keamanan segera menuju lokasi, tetapi para pelaku sudah melarikan diri ke arah Desa Delpem.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa pembakaran sekolah merupakan tindakan yang sangat merugikan pendidikan dan masa depan anak-anak. Proses belajar-mengajar di sekolah tersebut sempat terganggu karena kerusakan bangunan.
Di tengah situasi tersebut, TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) lewat siaran pers mengklaim bahwa militer Indonesia melakukan serangan udara menggunakan dua unit pesawat tempur Super Tucano EMB-314 dalam wilayah Kiwirok.
Menurut TPNPB, bom udara diluncurkan ke pemukiman warga, hutan, kuburan, dan markas mereka, meskipun mereka menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa di pihak mereka akibat serangan tersebut.
Selain itu, TPNPB mengklaim bahwa serpihan logam yang ditemukan di lokasi ledakan menyerupai bom seri MK-81 atau MK-82 buatan Amerika Serikat, meskipun klaim ini belum dikonfirmasi oleh pihak militer.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari TNI atau Kementerian Pertahanan yang mengonfirmasi atau membantah penggunaan Super Tucano atau bom seri MK dalam insiden ini.
Dalam kaitannya dengan sejarah konflik udara di Kiwirok, tercatat bahwa pada tahun 2021, bom udara telah digunakan di wilayah tersebut oleh militer Indonesia sebagai bagian dari operasi keamanan.
Tindakan pembakaran fasilitas pendidikan dan klaim penggunaan senjata udara di kawasan sipil memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya dampak terhadap masyarakat sipil dan infrastruktur lokal.
Pihak keamanan di Papua telah meningkatkan patroli dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah aksi lanjutan dan melindungi warga sekitar.
Masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang dilarang melakukan aktivitas di luar rumah tanpa pengawalan aparat keamanan hingga situasi dinyatakan aman.
Hingga berita ini diturunkan, baik lengkapnya tanggapan resmi militer maupun klarifikasi pihak-pihak lokal masih dinantikan untuk memastikan versi kejadian yang sahih dan akurat.
Baca Juga
Komentar