Ketua TP PKK Turun ke Aren Jaya, Salurkan Bantuan untuk Warga Banjir Bekasi
Bekasi — Di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut, roda solidaritas di Kota Bekasi terus bergerak. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, turun langsung menyapa warga terdampak banjir di Kelurahan Aren Jaya, Jumat (23/1/2026). Tidak sekadar meninjau, ia datang membawa bantuan, memastikan dapur umum berjalan, serta memberi kepastian bahwa masyarakat tidak menghadapi bencana ini sendirian.
Didampingi jajaran perangkat daerah serta para relawan, Wiwiek menyusuri tiga titik terdampak banjir paling parah, yakni RW 015, RW 004, dan RW 010. Di lokasi tersebut, air masih merendam sebagian permukiman. Aktivitas warga terbatas, sebagian memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi di posko yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Kehadiran Ketua TP PKK Kota Bekasi bukan bersifat seremonial. Ia memantau langsung kondisi pengungsian, kebutuhan logistik, serta memastikan distribusi bantuan berjalan merata. Paket sembako, makanan cepat saji, hingga bahan pangan untuk dapur umum disalurkan. Bahkan bagi warga yang masih terjebak di rumah karena akses terputus, relawan bersama TP PKK mengantarkan makanan siap santap langsung ke lokasi.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi bencana ini. TP PKK Kota Bekasi sebagai mitra pemerintah akan terus bergerak bersama perangkat daerah dan relawan untuk membantu warga terdampak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama masa banjir,” ujar Wiwiek di sela kegiatan.
Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Bekasi dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan tinggi menyebabkan meluapnya saluran air dan merendam permukiman padat, termasuk Kelurahan Aren Jaya yang dikenal sebagai salah satu titik rawan genangan saat musim hujan ekstrem.
Di salah satu posko pengungsian RW 015, suasana dapur umum tampak sibuk. Relawan bergantian menyiapkan nasi bungkus, lauk pauk, serta air minum untuk warga. Ibu-ibu PKK turut membantu pengemasan makanan, sementara tenaga kesehatan dari puskesmas setempat memeriksa kondisi warga, terutama balita dan lansia.
Menurut Wiwiek, keberadaan dapur umum menjadi jantung logistik dalam situasi darurat. Karena itu, TP PKK Kota Bekasi ikut memastikan pasokan bahan pangan mencukupi agar distribusi makanan tidak terhenti.
“Kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat sangat penting agar penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban warga,” tambahnya.
Bagi warga Aren Jaya, perhatian langsung dari pemerintah memberi kekuatan moral tersendiri. Siti (43), salah satu warga RW 004 yang rumahnya terendam hingga setinggi lutut, mengaku terbantu dengan adanya dapur umum dan pembagian makanan.
“Sejak banjir, sulit masak sendiri karena kompor dan listrik mati. Bantuan makanan ini sangat membantu kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rudi (50), warga RW 010 yang memilih bertahan di rumah demi menjaga barang-barang berharga. Ia mengapresiasi relawan yang mengantarkan makanan langsung ke rumah warga yang tidak bisa keluar.
“Air masih tinggi, motor tidak bisa lewat. Untung ada yang antar makanan, jadi kami tidak khawatir kelaparan,” katanya.
Selain menyalurkan bantuan, TP PKK Kota Bekasi juga mendata kebutuhan mendesak warga, mulai dari selimut, popok bayi, hingga obat-obatan. Data tersebut akan diteruskan kepada dinas terkait agar distribusi bantuan berikutnya lebih tepat sasaran.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan peran strategis TP PKK sebagai mitra pemerintah dalam penanganan bencana sosial. Tidak hanya bergerak pada sektor pemberdayaan keluarga, PKK juga hadir di garda terdepan saat masyarakat menghadapi situasi darurat.
Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi terus mengerahkan berbagai perangkat daerah untuk mempercepat pemulihan pascabanjir. BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta relawan kebencanaan bekerja bahu-membahu membuka posko, mengevakuasi warga rentan, serta menjaga suplai logistik tetap stabil.
Kunjungan Wiwiek Hargono juga menjadi simbol kuat bahwa penanganan bencana di Kota Bekasi dilakukan secara gotong royong. Kehadiran langsung pimpinan TP PKK di tengah warga terdampak memperkuat pesan bahwa negara hadir hingga ke level paling dekat dengan masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga terus mempersiapkan langkah jangka menengah untuk mengurangi risiko banjir berulang. Normalisasi saluran, perbaikan drainase lingkungan, serta koordinasi dengan pemerintah pusat mengenai infrastruktur pengendali banjir tengah dikebut. Namun bagi warga yang terdampak hari ini, kehadiran bantuan nyata tetap menjadi kebutuhan paling mendesak.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, kesehatan terjaga, dan tidak ada yang terabaikan,” tegas Wiwiek sebelum melanjutkan kunjungan ke titik berikutnya.
Melalui aksi kemanusiaan ini, TP PKK Kota Bekasi berharap semangat kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat. Banjir mungkin datang tanpa aba-aba, tetapi solidaritas dan gotong royong warga Bekasi terbukti selalu hadir lebih dulu.
Ketika air perlahan surut, tantangan berikutnya adalah pemulihan. Namun dari Aren Jaya, satu pelajaran mengemuka: menghadapi bencana bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang kehadiran, empati, dan kerja bersama untuk bangkit.
Baca Juga
Komentar