Kementerian PKP Buka Lowongan Fasilitator BSPS 2026 di DKI Jakarta, Ini Syarat dan Posisi yang Dibutuhkan
Jakarta - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kembali membuka kesempatan kerja bagi tenaga profesional untuk mendukung program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2026 di wilayah Provinsi DKI Jakarta.
Lowongan ini dibuka melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Jawa I sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan rumah layak huni berbasis masyarakat.
Program BSPS sendiri merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat memiliki rumah yang layak, aman, dan sehat melalui skema swadaya.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah membutuhkan tenaga pendamping lapangan yang kompeten, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial tinggi untuk mendampingi masyarakat penerima bantuan.
Informasi rekrutmen ini disampaikan secara resmi melalui akun Instagram @pkp_perumahan_jawa1 dan saat ini telah dibuka untuk umum.
Terdapat tiga posisi yang tersedia dalam rekrutmen Tenaga Fasilitator BSPS 2026 di DKI Jakarta.
Posisi pertama adalah Koordinator Kabupaten/Kota yang akan bertugas mengoordinasikan pelaksanaan program BSPS di tingkat wilayah serta memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan.
Untuk posisi ini, pelamar diwajibkan memiliki pendidikan minimal S1 dari semua jurusan, dengan prioritas lulusan Teknik Sipil atau Arsitektur.
Koordinator Kabupaten/Kota juga harus menguasai bidang teknik bangunan, infrastruktur, lingkungan, dan perumahan, serta memiliki kemampuan manajerial yang baik.
Selain itu, pelamar harus memiliki pengalaman minimal tiga tahun dalam program BSPS atau program sejenis, serta diutamakan memiliki sertifikat pelatihan teknis bangunan.
Posisi kedua yang dibuka adalah Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Teknik.
TFL Teknik diprioritaskan bagi lulusan D3 Teknik Sipil atau Arsitektur. Namun, apabila tidak tersedia, lulusan SMK Bangunan dari semua jurusan tetap dapat dipertimbangkan.
Pelamar TFL Teknik diharapkan memahami teknik bangunan gedung dan infrastruktur, serta memiliki pengalaman di bidang konstruksi atau perumahan.
Sertifikat pelatihan teknis bangunan menjadi nilai tambah bagi pelamar posisi ini.
Dalam kondisi tertentu, peran TFL Teknik juga dapat digantikan oleh TFL Pemberdayaan apabila terjadi keterbatasan tenaga teknis di lapangan.
Adapun posisi ketiga adalah Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Pemberdayaan.
Posisi ini terbuka bagi lulusan minimal SMA atau SLTA dari semua jurusan, dengan pengalaman minimal tiga tahun dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pelamar TFL Pemberdayaan diutamakan berdomisili di sekitar lokasi kegiatan agar proses pendampingan masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Selain syarat khusus, seluruh pelamar wajib memenuhi persyaratan umum yang telah ditetapkan.
Di antaranya adalah Warga Negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, memiliki dedikasi serta jiwa sosial yang tinggi, dan bukan anggota partai politik maupun tim sukses pemilu.
Pelamar juga harus bersedia bekerja penuh waktu, tidak sedang terikat kontrak kerja lain, serta siap ditempatkan di seluruh wilayah kota dan kabupaten di DKI Jakarta.
Kemampuan bekerja di bawah tekanan, memiliki etika kerja yang baik, serta mampu mengoperasikan komputer dan aplikasi perkantoran menjadi syarat mutlak.
Selain itu, pelamar wajib memiliki dan mampu mengendarai kendaraan roda dua untuk menunjang mobilitas di lapangan.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui tautan resmi https://linktr.ee/BSPSDKJakarta2026.
Batas akhir pendaftaran ditetapkan hingga 2 Februari 2026, sehingga masyarakat yang berminat diimbau segera menyiapkan berkas dan mendaftar sebelum tenggat waktu.
Program ini menjadi peluang bagi tenaga profesional yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan perumahan rakyat serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah DKI Jakarta.
Baca Juga
Komentar