Kapolri dan Presiden Kenakan Bintang Bhayangkara Utama dalam Upacara HUT Bhayangkara ke-79 di Monas
Pena Insight
Jakarta, 2 Juli 2025 – Simbol Kehormatan dan Tanggung Jawab Dikenakan Saat Peringatan Hari Bhayangkara
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin langsung Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Di sampingnya berdiri Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, mengenakan tanda kehormatan tertinggi dalam institusi kepolisian: Bintang Bhayangkara Utama.

Dalam upacara yang khidmat tersebut, Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit sama-sama mengenakan Bintang Bhayangkara Utama, tanda kehormatan tingkat tertinggi yang hanya diberikan kepada tokoh dengan kontribusi besar bagi institusi kepolisian. Penghargaan ini setara dengan Bintang Kartika Eka Paksi Utama (TNI AD), Bintang Jalasena Utama (TNI AL), dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama (TNI AU).
Tanda kehormatan tersebut berbentuk bintang bersudut lima berwarna emas, dengan sinar menyebar yang membentuk segi lima. Di tengah, terdapat lambang Polri, setangkai padi dan kapas, serta tiga bintang kecil yang melambangkan cita-cita luhur pengabdian Polri kepada masyarakat. Seluruh atribut ini menegaskan makna integritas, keadilan, dan keberanian.
Kapolri telah menyerahkan penghargaan ini kepada Prabowo pada 2024, ketika ia masih menjabat Menteri Pertahanan. Menurut Irwasum Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo, penganugerahan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kerja sama erat dalam memperkuat sistem keamanan nasional. "Hubungan timbal balik yang strategis menjadi landasan penghargaan ini," ujarnya.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Polri harus menjadi kekuatan yang berdiri di tengah masyarakat. “Bangsa ini butuh polisi yang tangguh, unggul, bersih, dan dicintai rakyat. Polisi yang membela dan melindungi yang paling lemah,” ucapnya.
Selain Bintang Bhayangkara, Presiden Prabowo juga memberikan Nugraha Sakanti kepada tujuh satuan kerja: Itwasum, Baintelkam, SSDM, Divisi Humas, Propam, Polda Aceh, dan Polda Sumatera Selatan. Penghargaan itu mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 49/TK/2025 dan diberikan atas jasa luar biasa dalam tugas kepolisian.
Presiden juga menandatangani Keputusan Presiden Nomor 50/TK/2025 untuk memberikan Bintang Bhayangkara Nararya kepada tiga anggota Polri: Kombes Pol Leonard Marojahan Sinambela, AKBP Rina Lestari, dan Aiptu Didik Darmanto. Ketiganya dinilai memiliki kebijaksanaan dan ketabahan melebihi panggilan tugas tanpa cacat disipliner.
Kapolri dalam pernyataannya menyampaikan bahwa Polri masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, institusinya akan terus membuka diri terhadap kritik masyarakat. “Kami percaya, kritik adalah energi perbaikan,” ujar Listyo Sigit di hadapan para tamu undangan dan personel Polri dari seluruh Indonesia.
Penganugerahan simbol kehormatan seperti Bintang Bhayangkara Utama bukan hanya seremonial, melainkan pengingat bahwa Polri harus menjawab tantangan zaman: digitalisasi kejahatan, polarisasi sosial, dan ketimpangan penegakan hukum. Penghargaan harus selaras dengan pembenahan nyata.
Presiden Prabowo menutup amanatnya dengan seruan agar seluruh jajaran Polri menjadikan momen HUT Bhayangkara ke-79 sebagai awal baru. “Jangan pernah mengecewakan rakyat. Jadilah Bhayangkara sejati, Rastra Sewakottama, abdi utama nusa dan bangsa,” pungkasnya.
Baca Juga
Komentar